Samarinda, Busam.ID – 8 bulan berjalan sejak diluncurkan, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Samarinda rupanya belum banyak diminati warga. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda, dari total penduduk sekitar 830 ribu jiwa, baru 20 ribu orang yang tercatat memanfaatkan layanan tersebut.
Kepala Dinkes Samarinda, Ismid Kusasih, menyebut rendahnya partisipasi masyarakat disebabkan minimnya sosialisasi.
Untuk memperluas jangkauan, menurutnya, Dinkes tak hanya menunggu warga datang ke puskesmas. Layanan CKG juga dibuka di berbagai kegiatan publik, seperti pameran kesehatan dan peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK.
“Setiap ada kegiatan besar, kami buka layanan CKG di lokasi supaya lebih banyak warga terlayani,” jelasnya, Selasa (28/10/2025).
Selain itu, Dinkes juga menyasar sekolah-sekolah. Pemeriksaan di kalangan pelajar disebut memberi kontribusi cukup besar terhadap peningkatan capaian layanan. “Kami perkirakan akan ada lonjakan peserta yang cukup signifikan,” ucapnya.
Ismid mengakui sempat ada kendala pelaporan akibat gangguan pada aplikasi nasional Satu Sehat. Namun ia optimistis hasilnya akan lebih akurat setelah sistem kembali normal.
“Pastinya dengan dukungan pusat dan sosialisasi aktif, kami yakin partisipasi masyarakat akan terus meningkat,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir


