Samarinda, Busam.ID – Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Samarinda menampung 44 loket layanan yang terintegrasi dari 43 instansi, mulai dari pemerintah kota, instansi vertikal, hingga lembaga pelayanan publik. Koordinator Pelayanan MPP Samarinda, Binti Isni Khuriyah, mengatakan, tenant dengan jumlah pengunjung tertinggi masih didominasi layanan perizinan usaha di DPMPTSP.
“Paling ramai tetap DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Red), karena izin usaha,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).
Posisi berikutnya ditempati layanan Dinas Sosial, terkait pengurusan bantuan sosial dan BPJS Kesehatan yang ditanggung pemerintah. Selain itu, BPJS Kesehatan, Kepolisian, dan Imigrasi juga masuk dalam 5 besar tenant dengan tingkat kunjungan tertinggi di MPP Samarinda.
Dari total 44 loket, satu tenant tercatat kosong setelah Telkom tidak lagi memperpanjang kontrak, karena layanan mereka dinilai sudah bisa diakses masyarakat melalui kanal lain. Kekosongan tersebut akan diisi layanan baru yang lebih dibutuhkan warga.
“Ke depan, Badan Pertanahan (BPN) juga akan bergabung dan mulai membuka layanan di MPP,” jelasnya.
Ia menambahkan, tingginya disparitas kunjungan antar tenant membuat MPP menerapkan sistem layanan berjadwal bagi instansi dengan pengunjung rendah, sementara tenant dengan kunjungan tinggi tetap membuka layanan penuh hingga sore hari. “Ini untuk efisiensi SDM. Yang ramai tetap full, yang sepi kita jadwalkan,” katanya.
MPP Samarinda sendiri terbagi dalam 3 lantai layanan. Lantai 1 difokuskan untuk layanan DPMPTSP dan fasilitas publik, lantai 2 diisi instansi vertikal, sementara lantai 3 menjadi pusat layanan OPD Pemerintah Kota Samarinda.
Binti menegaskan, evaluasi tenant dilakukan setiap tahun. MPP juga terus membuka peluang integrasi layanan baru agar keberadaannya benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. “Prinsipnya, layanan yang paling dibutuhkan warga yang kami prioritaskan,” pungkasnya. (uca)
Editor: M Khaidir


