Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Kontrakan

Busam ID
Jenazah Edy Apang (63) saat dievakuasi oleh tim Inafis Polresta Samarinda bersama PMI Kota Samarinda, Senin (12/1/2026). Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID — Warga Jalan Kiai Haji Usman Ibrahim, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, digegerkan dengan penemuan seorang pria paruh baya yang ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya, Senin (12/1/2026) dini hari. Korban diketahui bernama Edy Apang (63).

Jenazah korban ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Gang 9, RT 16, dalam kondisi tertelungkup di lantai dapur. Informasi awal diterima aparat dari relawan setempat sebelum petugas Pamapta Polresta Samarinda mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan.

Rekan korban sekaligus saksi pertama, Rasid, mengungkapkan korban diperkirakan terjatuh sekitar pukul 01.00 Wita. Saat itu, korban tengah menjalani proses pemulihan akibat cedera patah kaki kanan yang dialaminya setelah kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu.

“Korban memang mengalami patah kaki dan biasanya menggunakan tongkat bila keluar rumah. Untuk ke dapur atau kamar mandi, korban hanya berpegangan pada dinding,” ungkap Rasid.

Rasid menjelaskan, korban telah tinggal bersamanya selama 6 tahun di rumah kontrakan tersebut. Selama itu pula, korban hidup sendiri tanpa sanak keluarga yang mendampingi. Anak korban diketahui berada di Samarinda, namun hubungan keluarga disebut telah lama renggang akibat persoalan internal.

“Korban hidup sendiri. Anaknya sudah lama tidak berkomunikasi dan mengganti nomor telepon,” tambahnya.

Malam kejadian, kondisi rumah kontrakan diketahui dalam keadaan gelap akibat korsleting listrik. Diduga korban terpeleset dan jatuh di area dapur yang berdekatan dengan kamar mandi. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos lengan pendek berwarna merah dan hanya mengenakan celana dalam.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan Rasid kepada Ketua RT setempat. Ketua RT 16, Rudianur, yang menerima laporan warga, langsung mendatangi lokasi dan memastikan korban telah meninggal dunia.
“Saya mendapat informasi dari warga dan langsung ke TKP. Setelah dipastikan, saya menghubungi relawan serta Bhabinkamtibmas untuk proses evakuasi,” ujar Rudianur.

Ia juga menjelaskan korban bukan warga administrasi RT setempat karena tidak pernah melapor domisili. Berdasarkan data KTP, korban tercatat berdomisili di wilayah Kelurahan Teluk Lerong Ilir.

Sementara itu, Pamapta II Polresta Samarinda, Ipda Yudiansyah, menyampaikan hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana.
“Tidak ditemukan tanda kekerasan ataupun barang-barang mencurigakan. Kondisi TKP normal. Almarhum memiliki riwayat cedera patah kaki,” jelasnya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh Tim Inafis Polresta Samarinda bersama PMI Kota Samarinda dan dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk pemeriksaan medis lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *