Pemprov akan Bangun Fasilitas Tambat Kapal di Sungai Mahakam

Busam ID
Yusliando, foto by Adit/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID- – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan langkah strategis untuk mencari sumber pendapatan baru daerah menyusul pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) pada tahun 2026. Salah satu upaya yang tengah dirancang adalah pembangunan fasilitas tambat kapal di alur Sungai Mahakam.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Yusliando mengungkapkan, pemangkasan TKD yang dialami Kaltim pada 2026 mencapai sekitar Rp6 triliun. Kondisi tersebut mendorong Pemprov Kaltim untuk lebih agresif menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pak Gubernur melihat Sungai Mahakam memiliki potensi besar untuk menambah pendapatan daerah. Selama ini pengelolaan alur sungai berada di bawah otoritas KSOP, dibantu vendor-vendor seperti Pelindo. Kami ingin ada ruang bagi daerah untuk mendapatkan penghasilan,” ucapnya, Selasa (13/1/2025).

Menurutnya, salah satu peluang yang kini diupayakan adalah penyediaan jasa tambat kapal. Skema ini tergolong baru bagi Pemprov Kaltim, mengingat selama ini belum pernah dikelola langsung oleh pemerintah daerah.
Dishub Kaltim telah menyusun perencanaan pembangunan fasilitas tambat yang ditargetkan mulai dikerjakan secara bertahap pada 2026.

Pembangunan direncanakan berlokasi di Sungai Kunjang dan Sungai Lais, dua titik yang berada di atas lahan milik Pemprov Kaltim.

“Biayanya cukup besar, sehingga pembangunan dilakukan bertahap. Dua lokasi ini dipilih karena aset lahannya memang milik Pemprov,” jelasnya.
Untuk pengelolaan operasional, Pemprov Kaltim menyiapkan skema business to business (B2B).

Pemerintah daerah nantinya akan diwakili oleh Perusahaan Daerah Melati Bhakti Satya (MBS) yang bekerja sama dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

“Saat ini belum ada penunjukan resmi MBS sebagai pengelola jasa tambat. Target kami paling lambat tahun 2027 MBS sudah ditetapkan sebagai vendor. Skema kerja samanya masih dibahas,” paparnya.

Terpisah, perencana teknis proyek Ahmad Maslihuddin, menjelaskan kapasitas awal fasilitas tambat yang akan dibangun. Di Sungai Kunjang direncanakan enam dolphin atau tiang tambat, sedangkan di Sungai Lais sekitar 10 dolphin, sehingga total mencapai 16 dolphin.

“Setiap dolphin bisa digunakan untuk menambat kapal hingga tiga baris atau rafting. Jadi kapasitas kapal yang tertampung cukup besar,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, hingga saat ini proyek masih berada pada tahap perencanaan karena menyesuaikan kebijakan efisiensi anggaran. Pihaknya juga berupaya menyederhanakan desain konstruksi agar jumlah titik tambat bisa diperbanyak.

“Target awal sebenarnya 20 titik tambat di dua lokasi. Kami sedang menyederhanakan konstruksi agar target itu bisa tercapai. Harapannya, pembangunan sudah selesai pada akhir 2026,” tutupnya. (adit)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *