Samarinda, Busam.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mengakui keterbatasan anggaran, akan berpotensi dan berdampak pada perencanaan program dan pelayanan 2026.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan sebagian besar anggaran terserap untuk belanja rutin, sehingga ruang fiskal untuk kegiatan teknis menjadi sangat terbatas. “Di 2025 banyak usulan kegiatan, tetapi kondisi keuangan daerah membuat sebagian besar anggaran terserap ke belanja rutin,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, dari total kebutuhan yang diajukan, sekitar Rp64 miliar dialokasikan untuk belanja rutin, seperti gaji dan tunjangan pegawai, pembayaran listrik dan Penerangan Jalan Umum (PJU), air, serta kebutuhan operasional lainnya.
“Sisa anggaran untuk kegiatan teknis, termasuk pemeliharaan dan penyediaan sarana prasarana, hanya sekitar Rp1 miliar dan itu masih hitungan awal,” jelasnya.
Manalu mengakui keterbatasan tersebut berpotensi mengganggu pelayanan, khususnya pemeliharaan PJU dan traffic light, jika tidak ada penambahan anggaran. “Kami berharap ada dukungan DPRD agar pelayanan dasar bidang perhubungan tetap berjalan optimal,” katanya.
Sebelumnya Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyebut dari total anggaran Dishub Samarinda sebesar Rp115 miliar pada TA 2025, terdapat sekitar Rp7 miliar yang belum terserap. Sisa anggaran tersebut berasal dari kegiatan yang belum rampung dan sisa nilai kontrak pekerjaan.
“Anggaran yang tidak terserap itu otomatis akan terpangkas sesuai mekanisme yang berlaku,” pungkasnya. (uca)
Editor: M Khaidir


