Mengabdi dengan Hati

Busam ID
Rasidi. Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Lebih dari 2 dekade mengabdikan diri di dunia pendidikan, Rasidi menjadi sosok kepala sekolah yang dikenal sederhana, konsisten, dan berpihak pada anak. Saat ini, ia mengemban amanah sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri 013 Samarinda Utara, sebuah tugas yang dijalaninya dengan penuh dedikasi hingga menjelang masa purnatugas.

Rasidi lahir di tanggal 22 Januari 1969 di Desa Anjamur, Kecamatan Gabus, Kabupaten Gobokan, Kewatengan. Ia telah berkeluarga dan dikaruniai 3 orang anak. 2 anaknya telah berkeluarga, sementara anak bungsunya masih menempuh pendidikan di Yogyakarta. Bagi Rasidi, keluarga menjadi sumber kekuatan utama dalam menjalani pengabdian panjangnya sebagai pendidik.

Karier Rasidi di dunia pendidikan dimulai di daerah terpencil. Tanggal 1 Juni 1998, ia mengawali tugas sebagai guru di SD 009 Bukit Makmur, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, wilayah transmigrasi yang kala itu penuh keterbatasan. 4 tahun mengajar di sana, Rasidi kemudian dimutasi ke Kota Samarinda pada 2004 dan bertugas di SD 040 Samarinda yang kini dikenal sebagai SD 011 Sambutan.

Pengalaman panjang sebagai guru membawanya pada kepercayaan baru. Pada 2014, Rasidi diangkat sebagai Kepala Sekolah di SD Negeri 012 Sambutan hingga 2019. Selanjutnya, ia kembali dimutasi ke SD 004 Sambutan sebelum akhirnya, 1 September 2022, dipercaya memimpin SD Negeri 013 Samarinda Utara.

Dari sisi akademik, Rasidi merupakan lulusan B2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tahun 1994. Bekal pendidikan dan pengalaman lapangan membentuk gaya kepemimpinannya yang sederhana namun tegas pada nilai.

“Visi dan misi saya sederhana, layani anak dengan baik untuk mewujudkan persatuan bangsa,” ujarnya. Prinsip itu diterjemahkannya dalam motto sekolah “Sekolahku Berani”, dengan penguatan pendidikan karakter yang berlandaskan nilai aman, rindang, nyaman, dan indah.

Di bawah kepemimpinannya, SD Negeri 013 Samarinda Utara mencatatkan sejumlah prestasi membanggakan. Sekolah ini meraih Penghargaan Adiwiyata Mandiri tingkat nasional, serta menjadi Sekolah Siaga Kependudukan dengan predikat Harapan II tingkat Provinsi. Prestasi tersebut lahir dari konsistensi membangun budaya sekolah yang peduli lingkungan dan berorientasi karakter.

Dalam menjawab tantangan zaman, Rasidi mendorong inovasi berbasis digitalisasi pembelajaran. Ia juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari penguasaan teknologi informasi, pedagogik, hingga keterampilan praktis. “Kita rumuskan bersama dalam rapat, apa yang perlu dikembangkan, supaya guru tidak gagap menghadapi perubahan,” katanya.

Meski masa pensiunnya dijadwalkan ditanggal 22 Januari 2029 mendatang, Rasidi menegaskan pengabdiannya tidak akan berhenti. Ia bertekad tetap berada di lingkungan pendidikan dan masyarakat, berkontribusi sesuai kemampuannya. “Pendidikan itu pengabdian seumur hidup,” ujarnya singkat. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *