NAMA Yudi Hardiana kini berada di garis depan dalam pembangunan infrastruktur jalan di Kalimantan Timur (Kaltim). Sebagai Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, ia mengemban tanggungjawab besar untuk memastikan konektivitas jalan nasional berjalan optimal, terutama di tengah pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Lahir di Watampone pada 26 September 1974, Yudi menghabiskan masa pendidikan dasar hingga menengah di Bandung. Ketertarikannya pada dunia pembangunan membawanya menempuh studi Teknik Sipil di Universitas Maranatha Bandung, lalu melanjutkan Magister Teknik di Universitas Persada Indonesia Y.A.I.
Bekal akademik itu menjadi fondasi kuat dalam perjalanan kariernya di bidang infrastruktur.
Karier Yudi dimulai dari bawah. Ia mengawali pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Lampung. Dari sana, jalannya berlanjut ke Kementerian Pekerjaan Umum, tempat ia meniti pengalaman dari pekerjaan teknis lapangan hingga manajemen proyek.

Berbagai penugasan strategis pernah diembannya, termasuk sebagai Pelaksana Tugas Kepala BPJN Sulawesi Utara dan Kepala BPJN Sulawesi Tenggara.
Pengalaman panjang itu akhirnya mengantarkannya pada posisi saat ini sebagai Kepala BBPJN Kalimantan Timur.
“Bagi saya, amanah ini adalah tanggung jawab besar untuk memastikan pembangunan infrastruktur jalan nasional benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Di balik kesibukannya, Yudi memiliki hobi yang selaras dengan profesinya: touring sepeda motor. Namun baginya, kegiatan itu bukan sekadar rekreasi.
Touring menjadi cara Yudi “membaca” kondisi jalan secara langsung, menyaksikan denyut kehidupan masyarakat, sekaligus memahami tantangan nyata di lapangan.
Pengalaman paling membekas justru datang dari lokasi-lokasi terpencil. Ia pernah meninjau proyek jalan dengan akses sulit, yang memperlihatkan bagaimana kehadiran infrastruktur mampu membuka keterisolasian wilayah.
“Melihat jalan baru yang membuka akses masyarakat, memperlancar distribusi logistik, dan mendorong ekonomi lokal, itu menjadi kepuasan tersendiri dalam pekerjaan ini,” tuturnya.
Tak hanya itu, ia juga terlibat dalam percepatan pembangunan infrastruktur menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, sebuah proyek strategis nasional yang menjadi wajah masa depan Indonesia.
Dalam perjalanannya, Yudi tak menampik adanya berbagai tantangan. Keterbatasan waktu, kondisi lapangan, hingga persoalan teknis kerap menjadi hambatan.
Namun baginya, setiap kendala adalah ruang belajar.
“Dari setiap tantangan, kita belajar untuk lebih teliti, memperkuat koordinasi, dan mencari solusi terbaik agar pekerjaan tetap berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Kini, di pucuk kepemimpinan BBPJN Kaltim, Yudi membawa visi besar: memperkuat konektivitas dan memastikan infrastruktur menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Ke depan, kami ingin terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat. Mari bersama-sama membangun Kalimantan Timur agar semakin baik,” tegasnya.
Ia juga menyoroti sejumlah fokus utama, mulai dari peningkatan kualitas jalan nasional, percepatan penanganan titik rawan kerusakan dan kemacetan, hingga pengembangan infrastruktur yang mendukung kawasan strategis seperti IKN.
Dengan pengalaman panjang dan pendekatan yang membumi, Yudi Hardiana tak hanya membangun jalan, ia juga membuka peluang, menghubungkan wilayah, dan menghadirkan harapan baru bagi Kaltim. (adit)
Editor: M Khaidir


