Samarinda, Busam.ID – Jelang rencana aksi unjuk rasa tanggal 21 April mendatang, jajaran kepolisian mulai mematangkan strategi pengamanan. Aksi yang digagas aliansi masyarakat Kaltim itu diperkirakan akan berlangsung di 2 titik penting, yakni Kantor DPRD Provinsi dan Kantor Gubernur Kaltim.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, memastikan pihaknya telah melakukan pemantauan sejak dini guna mengantisipasi potensi kerawanan selama aksi berlangsung.
“Kami sudah memonitor akan ada aksi dari aliansi perjuangan masyarakat Kaltim di 2 lokasi. Tugas kami adalah memastikan kegiatan tersebut berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.
Menurut Hendri, pola pengamanan akan disesuaikan dengan jumlah massa yang hadir di lapangan. Hingga saat ini, estimasi peserta masih dinamis karena waktu pelaksanaan masih sekitar sepekan lagi.
“Kalau nanti jumlah massanya besar, kami akan minta bantuan pengamanan dari Polda Kaltim, termasuk dari satuan Dalmas, Samapta, hingga Brimob,” jelasnya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi gangguan keamanan maupun potensi kericuhan, seperti yang pernah terjadi di sejumlah daerah lain.
Selain menyiapkan pengamanan, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang akan mengikuti aksi agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis.
“Kita semua warga negara yang memiliki intelektual. Menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak, tetapi harus dilakukan dengan cara-cara yang baik,” tegas Hendri.
Ia juga mengapresiasi sikap awal dari pihak aliansi yang telah berkomitmen untuk menggelar aksi secara damai dan tertib. “Harapan kami, kegiatan ini bisa berjalan aman, tertib, dan kondusif, sehingga situasi kamtibmas di Kota Samarinda tetap terjaga,” pungkasnya. (zul)
Editor: M Khaidir


