Samarinda, Busam.ID – Sejumlah sekolah di Samarinda masih menghadapi persoalan serius, mulai dari bangunan berbahan kayu hingga lokasi yang rawan banjir.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Muhammad Syafe’i, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah, namun tetap harus memperhatikan skala prioritas.
“Memang ada sekolah yang rawan banjir, seperti SMP 27 dan SMP 24, tapi kita harus lihat juga anggarannya karena skala prioritas kita ada banyak,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Saat ini, ia menyebut terdapat sekitar 12 sekolah dasar yang masuk kategori prioritas karena kondisi bangunan dan kerawanan bencana. Sementara di tingkat SMP, ada 4 sekolah yang mengalami kelebihan kapasitas dan membutuhkan penambahan ruang
“TK dan PAUD itu juga ada sekitar 3 atau 4. Jadi kita tidak bisa langsung semena-mena, harus memastikan legalitas lahan juga, kondisi bangunan, jumlah siswa, hingga tingkat kerawanan bencana,” katanya.
Menurutnya, pemerintah telah mengajukan program revitalisasi, namun realisasinya masih menunggu dukungan anggaran.
“Kita sudah ajukan, tinggal menunggu dukungan, baik dari pusat maupun daerah. Kalau sekolah yang sudah direhab banyak juga,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir


