Samarinda, Busam.ID – Wali Kota Samarinda Andi Harun (AH) meminta maaf kepada warganya atas kejadian banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Tepian. Menurutnya, situasi tersebut tentu sangat merepotkan masyarakat dan juga pemerintah, serta menimbulkan kerugian.
“Kami memang mengakui secara jujur, pertama minta maaf, situasi ini terjadi sangat merepotkan masyarakat juga sangat merepotkan pemerintah dan pasti membawa dampak kerugian. Termasuk beberapa sekolah terpaksa menunda ujian, dan aktivitas ekonomi masyarakat terhambat,” ujarnya, Rabu (28/5/2025).
AH mengakui, anomali cuaca ekstrem yang menjadi penyebab utama banjir. 2 pekan lalu, curah hujan mencapai 155 ml perdetik, menyebabkan hampir seluruh kawasan Samarinda terendam banjir. Fenomena serupa terulang, Selasa (27/5/2925), dengan curah hujan 80 hingga 85 ml per detik. Namun, yang memperparah keadaan adalah terjadinya puncak pasang Sungai Mahakam secara bersamaan.
“Hujannya terjadi pada saat puncak pasang Sungai Mahakam, di mana pada saat yang bersamaan di daerah hulu itu terjadi juga hujan yang cukup deras sehingga mengakibatkan puncak pasang yang sudah membuat level air naik ditambah lagi tambahan hujan di daerah hulu menyebabkan over kapasitas,” jelas AH.
Meskipun demikian, ia menegaskan, upaya pengendalian banjir oleh Pemkot Samarinda tetap berjalan dan menunjukkan efek keberhasilan, meskipun belum 100 persen efektif. “Saya konsisten mengatakan upaya pengendalian banjir kita tetap berjalan dan mempunyai efek keberhasilan,” katanya.
Ia juga memahami adanya perdebatan dan kritik di media sosial (Medsos) terkait penanganan banjir. “Atas situasi semua itu tetap kami minta maaf karena apapun sebabnya yang pasti faktanya banjir dan menimbulkan kerugian,” tambahnya.
Dalam kesempatannya tersebut, AH menyampaikan, dirinya telah ditemui utusan dari anggota DPR RI Dapil Kaltim, Budi Satrio Jiwandono. “Kami bersyukur hari ini Pak Budi mengirim utusan menemui saya dan itulah bentuk kepedulian yang tinggi dari anggota DPR RI kita,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota diberi waktu sepekan untuk menyampaikan program penanganan banjir jangka pendek yang akan didahulukan. Anggota DPR RI Fraksi Gerindra itu menyatakan kesiapannya untuk membantu Samarinda.
“Beliau tahu upaya pemerintah itu sudah sangat sungguh-sungguh, kendalanya ada di soal anggaran,” terangnya.
Disinggung soal banjir itu mengakibatkan 2 kali tanah longsor, sebelumnya bahkan memakan 4 korban meninggal dunia, dan terakhir di Jalan Gerilya, Gang Keluarga, yang menewaskan 1 korban jiwa. AH mengaku, dirinya saat itu langsung memerintahkan semua jajaran untuk siaga di lapangan.
“Sejak pagi saya memimpin pengarahan kepada seluruh staf termasuk memimpin koordinasi dengan instansi vertikal termasuk BWS agar kolaborasi dan sinergi penanggulangan banjir dalam situasi seperti kemarin itu mereka ada di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya dengan tegas.
Dia juga telah memanggil Kepala Bidang Sumber Daya Air PUPR untuk segera menyiapkan perencanaan program yang belum mendapatkan sumber pembiayaan. Program-program seperti pembangunan kolam retensi, pengangkatan sedimentasi, pembangunan sheet pile, dan pembuatan sodetan masih terus berjalan.
“Dalam situasi ini kita tidak boleh saling menyalahkan, ini butuh kekompakan kita dan saya pastikan saya tidak akan pernah lelah. Saya akan terus bekerja sekuatnya untuk menempatkan prioritas pengendalian banjir sebagai program super prioritas di Kota Samarinda,” tutup AH dan seraya kembali menyampaikan permohonan maaf atas kerugian yang diderita warganya. (zul)
Editor: M Khaidir


