Samarinda, Busam.ID — Aksi demonstrasi berlangsung di depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Senin (4/5/2026). Massa yang tergabung dalam aliansi Rakyat Kaltim turun ke jalan menyuarakan sejumlah tuntutan, terutama terkait ketidakjelasan hak angket yang hingga kini dinilai belum menemui titik terang.
Jenderal lapangan aksi, Kamarul Azwan, menegaskan demonstrasi ini bukan tanpa alasan. Ia menyebut ada sejumlah indikator kuat yang mendorong massa turun ke jalan, salah satunya adalah belum jelasnya arah dan tindak lanjut hak angket oleh pihak terkait.
“Kenapa kita hari ini turun aksi? Tentunya ada indikatornya. Salah satunya terkait hak angket yang belum jelas,” tegasnya kepada Busam.ID.
Menurutnya, sebelumnya pihaknya telah melakukan berbagai upaya, mulai dari penyampaian aspirasi hingga aksi penyadaran publik agar hak angket tersebut dapat segera dijalankan oleh pemerintah. Namun hingga kini, hasilnya dinilai belum maksimal.
Aksi ini juga disebut bertepatan dengan momentum peringatan Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional, yang menurut massa menjadi simbol penting untuk kembali menyuarakan hak-hak masyarakat dan transparansi kebijakan publik.
Selain menyampaikan tuntutan, massa juga menyoroti perubahan pengamanan di sekitar gedung DPRD. Mereka mengaku terkejut karena tidak diperbolehkan parkir di titik yang biasanya digunakan saat aksi berlangsung.
“Biasanya kami bisa berkumpul di titik tertentu, tapi hari ini justru dilarang. Ini cukup mengejutkan bagi kami,” ungkap Kamarul Azwan.
Massa menegaskan akan terus mengawal jalannya rapat pimpinan dan konsultasi di DPRD yang disebut-sebut tengah membahas penentuan hak angket tersebut. Mereka berharap aspirasi yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti secara konkret oleh para pemangku kebijakan.(zul)
Editor: M Khaidir


