Pria kelahiran Banjarmasin 13 Februari 1968 itu mengaku sangat bangga bisa berdinas di Kejaksaan.
Rasa bangga anak pertama dari dua saudara ini bukan tanpa alasan.
Memulai karier di Kejaksaan, Firman diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel tahun 1992, usai lulus dari Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) di tahun 1995.
Kariernya makin meningkat, dimulai menjadi Kasi Intel di Banjarmasin, Kasi Pidsus di Banjarbaru, pemeriksa pengawasan Kejagung di Jakarta.
Ayah empat orang anak ini juga mampu menyelesaikan pendidikan S2-nya pada tahun 2013, yang kemudian mengantarkan dirinya menjadi koordinator di Kejati Palu, Sulteng 2013-2016.
“Alhamdulillah ini membanggakan sekali bisa menjadi bagian dari Kejaksaan di Indonesia,” kata pria murah senyum dan akrab disapa Pak Firman ini.
Untuk menjadi Kepala Kejari (Kajari). Diawalinya pada tahun 2016 di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) hingga tahun 2020.
Bahkan ia menceritakan pengalaman menariknya kala menjabat Kajari Pangkep, ia dipilih menjadi ketua kontingen Pangkep di Porda XVI 2018, Dirinya didaulat sebagai pembina budaya badik celebes.
“Itu pengalaman menarik saya selama menjadi Kajari di Pangkep, karena dipercaya menjadi ketua kontingen. Dan saya berterima kasih kepada warga Pangkep karena memberikan kepercayan di luar tugas-tugas Kejaksaan, di samping memang saya hobi berolahraga, seperti main motor trail, renang dan memancing,” ucapnya.
Setelah empat tahun menjadi Kajari Pangkep, dirinya kemudian menjadi Kajari di Nganjuk. Berselang setahun, tahun 2021 dirinya pun pulang kampung ke Banjarmasin, dan menjabat sebagai Asisten perdata dan tata usaha (Asdatun) Kejati Kalsel hingga akhirnya kini ia menjadi Kajari Kota Samarinda.
Terakhir dirinya menyampaikan alasan mengapa dirinya bangga berada di instansi Kejaksaan.
Dan menceritakan kasus terbesar yang ia pernah tangani.
“Bangganya lagi karena saya dapat membantu mengembalikan uang negara yang dikorupsi. Dan kasus terbesar yang pernah saya tangani itu total Rp 90 miliar dan kasusnya berbeda-beda. Terlebih saat ini saya menjabat sebagai Kajari Samarinda, Insya Allah saya akan amanah dalam menjalankan tugas dan bersinergi untuk bekerja dengan maksimal. Serta komitmen saya diawal untuk memberikan kinerja yang baik untuk Kota Samarinda,” pungkasnya. (Adit)
Editor: M Khaidir








