Samarinda, Busam.ID – Kendati dalam beberapa hari terakhir wilayah di Kaltim diguyur hujanm namun kondisi ini diprediksi tidak akan berlangsung lama. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)Provinsi Kaltim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim menyampaikan, dalam sepekan ke depan akan terjadi kekeringan.
“Untuk beberapa hari belakangan kita diguyur hujan tapi 7 hari ke depan berdasarkan data BMKG Kaltim untuk wilayah Kaltim mulai panas kembali dan berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),” ucap Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Agus Tianur melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Tresna Rosano Selasa (19/9/2023).
Dikatakannya, BPBD Kaltim akan terus bersinergi dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait seperti TNI Polri, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Disdamkar, relawan dan masyarakat.
“Hingga saat ini masih diangka 1.300 hektare luasan lahan yang terbakar, namun menghadapi sepekan ke depan kami akan selalu kolaborasi dengan pihak terkait dalam hal penanganannya jika Karhutla,” ujarnya.
Tresna meneyebut, dari pantauan BPBD Kaltim, lokasi yang masih berpotensial terjadinya karhutla terletak di wilayah Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Timur dan Berau. Seandainya menerima informasi terjadi Karhutla, pihak BPBD akan berkoordinasi dengan stakeholder wilayah setempat untuk memastikan kebakaran tersebut.
“Saat terjadi karhutla, kami biasanya ada titik hotspot yang kita lihat dan kami langsung menghubungi stakeholder BPBD nya untuk melakukan pengecekan,” terangnya.
Karhutla kerap terjadi akibat perilaku manusia yang ingin membuka lahan untuk bertani dan berkebun. Petugas BPBD Kaltim memberikan imbauan kepada masyarakt agar membakar lahan janga ditinggalkan dan selalu berkoordinasi dengan aparat setempat, kepala desa atau kecamatan dan Bhabinkamtibmas agar dapat diatur pembakaran yang terorganisir.
“Kebanyakan karena faktor manusia, himbauan kami kepada masyarakat apabila hendak membuka lahan dengan cara dibakar, hendaklah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi meluasnya kabakaran tersebut,” jelasnya. (zul)
Editor: M Khaidir


