Data WHO: Stunting di Berau Masih Tinggi

BusamID

Berau, Busam.ID – Wakil Bupati (Wabup) Berau Gamalis menyebutkan, sesuai data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 lalu, prevalensi stunting di Kabupaten Berau mencapai angka 25,7 persen pada 2021 lalu.

“Kemudian menurun menjadi 21,6 persen pada tahun 2022. Namun data tersebut rupanya menunjukkan bahwa angka stunting di Kabupaten Berau masih tinggi berdasarkan standar World Health Organisation (WHO) yang sekitar minimal 20 persen,” kata Gamalis, Selasa (15/8/2023) di rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Balai Mufakat Jalan Cendana Tanjung Redeb, Berau.

Karena itu Gamalis yang juga Ketua TPPS, rapat koordinasi perlu dilaksanakan secara kontinyu sehingga angka stunting di Berau dapat diminimalisasi. Pasalnya dalam rapat koordinasi yang dilibatkan semua instansi maupun stakeholder untuk menjadi tanggungjawab bersama.

“Mudah-mudahan ke depan bisa kita turunkan,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPKBP3A) Berau, Rabiatul Islamiyah menjelaskan, percepatan penurunan stunting di Berau memang sangat diperlukan. Sejak penanganannya dialihkan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) ke DPPKBP3A 2022 lalu, hal itu tidak serta merta menjadi tanggungjawab pihaknya.

“Butuh peran serta dan kerja sama semua pihak dan stakeholder terkait lainnya walaupun stunting di Kabupaten Berau sudah turun menjadi 21,6 persen pada 2022 lalu,” ujarnya.

Karena itu, diperlukan koordinasi agar percepatan penurunan stunting dapat berjalan maksimal dan optimal. Ia pun berharap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dapat memahami tugas dan tupoksinya masing-masing. (Diva)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *