Samarinda, Busam.ID –Desa Sukaraja di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), telah diakui oleh tim Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund (FCPF-CF) sebagai contoh keberhasilan dalam memelihara lingkungan untuk mengurangi emisi karbon global.
Menurut Pranata Ahli Muda Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kaltim, Andi Abdul Razaq, Desa Sukaraja dipilih FCPF-CF karena keberhasilannya dalam menjaga lingkungan.
“Tim FCPF-CF telah memberikan kepercayaan dan amanah kepada Desa Sukaraja untuk melakukan sosialisasi tentang Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional-Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N LAPOR) kepada masyarakat setempat,” jelasnya.
Diskominfo Kaltim juga telah melakukan sosialisasi SP4N LAPOR! di Desa Sukaraja sebagai bagian dari dukungan mereka terhadap FCPF-CF.
“Upaya serupa sebelumnya telah dilakukan di Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Paser. Saat ini Kaltim secara keseluruhan telah diakui sebagai pelopor dalam memelihara lingkungan dan mengurangi emisi karbon dunia,” ungkapnya.
Hal ini telah berujung pada pengalokasian dana kompensasi penurunan emisi karbon oleh Bank Dunia, yang diterima oleh delapan kabupaten dan kota, termasuk Kabupaten Penajam Paser Utara.
Dana kompensasi penurunan emisi karbon ini berasal dari negara-negara maju yang tidak dapat memelihara lingkungan saat memproduksi barang.
Mereka bersedia menghimpun dana dan memberikannya kepada Indonesia melalui Bank Dunia sebagai penghargaan atas upaya memelihara lingkungan.
“Ini merupakan bukti kalau masyarakat Desa Sukaraja luar biasa dalam memelihara lingkungan, sehingga mendapatkan dana kompensasi penurunan emisi karbon dunia,” tambah Andi.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Sepaku, Hendro Susilo, juga menekankan bahwa menjaga lingkungan untuk mengurangi emisi karbon adalah tanggung jawab bersama.
“Kami berusaha untuk membangun perencanaan kota dengan konsep menjaga ekosistem hutan dan menanam lebih banyak pohon peneduh, sehingga dapat menciptakan hutan tropis di Sepaku yang mendukung upaya penurunan emisi karbon dunia,” tutupnya. (ADV/RY/PT/DISKOMINFOKALTIM)
Editor : A Risa


