Investor Australia Sokong RSUD IAMoeis, Jadi Proyek KPBU RS Pertama di Indonesia

Busam ID
Wali Kota Samarinda Andi Harun saat menerima kunjungan Konsulat Jenderal Australia di Makassar Todd Dias, di RSUD IA Moeis Samarinda. Foto by Nisa

Samarinda, Busam.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memiliki proyek visioner terkait Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) IA Moeis yang akan menjadi rumah sakit (RS) pertama di Indonesia yang dibangun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), bukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan, proyek ini tentu menjadi salah satu inovasi proses pembiayaan dan dapat membangun layanan publik. Nahkan sedikit informasi, AH -sapaan akrabnya- menyebut ini bukan pertama kalinya Australia berinvestasi di Kalrim, sebelumnya bahkan ada Rio Tinto di dunia pertambangan.

“Alhamdulillah, akhirnya kita mendapatkan dukungan dari PT SMI, sebuah BUMN pembiayaan di bawah Kementerian Keuangan. Kita juga mendapatkan jaminan infrastruktur dari PT PII, hingga akhirnya proyek KPBU ini mendapatkan persetujuan langsung dari Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani,” ucapnya Andi Harun saat menerima kunjungan Konsul Jendral Australia di Makassar Todd Dias.

Menurut AH, selain kebanggaan ini menjadi catatan sejarah karena proyek tersebut adalah KPBU rumah sakit pertama yang resmi berjalan di Indonesia. Investor yang terlibat pun bisa disebut bonafit yakni konsorsium global Plenary Group dan PT Aspen Medical Group Indonesia telah ditunjuk sebagai pemenang prakualifikasi.

“Investor yang berhasil kita dapatkan juga berasal dari kelas global, grup perusahaan ini sangat terkenal dan ternama, yaitu Plenary Group, yang kemarin memenangkan proses lelang prakualifikasi secara tunggal,”jelasnya.

AH melanjutkan, dalam waktu dekat ini rombongan dari Plenary dan Aspen akan datang ke Samarinda untuk mempersiapkan tahapan selanjutnya. Dimana pihaknya juga menyampaikan kepada PT SMI dan Kementerian Keuangan, dan berharap pada tanggal 30 Oktober mendatang dapat menandatangani kesepakatan.

“Setelah itu akan ada fasilitasi dengan lembaga keuangan, dan kita harapkan semuanya berjalan lancar, saya harap juga 2027 sudah selesai dibangun,” tukasnya.

Sementara itu, Todd berharap dengan kunjungan hari ini dapat membuka peluang untuk meningkatkan investasi dari Australia kedepannya. “Hanya saja yang terpenting, bukan hanya investasi dari Australia yang kita bicarakan, tetapi juga manfaat yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat lokal di Samarinda,” paparnya.

Ia menegaskan, setiap investasi dari Australia harus bersifat saling menguntungkan. Apabila ada rumah sakit yang menjalin kerja sama dengan investor asal Australia, termasuk dalam hal sistem layanan kesehatan yang membawa
Todd menyebut, Pemerintah Australia tengah mengubah pendekatan agar lebih mendukung investasi di daerah-daerah yang sebelumnya kurang terjangkau, termasuk Samarinda.

“Kami justru lebih tertarik untuk mendorong investasi di Indonesia Timur bahkan Kaltim terutama Samarinda, dan saya mengapresiasi dukungan dari pihak Kedutaan Besar Australia. Investor Australia selalu mencari peluang investasi yang ramah dan jelas. Kini telah diterapkan sejumlah kebijakan baru untuk memperkuat dukungan terhadap kegiatan investasi,” pungkasnya. (Adit/adv/PemkotSamarinda)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *