Samarinda, Busam.ID – Persoalan parkir di kawasan Teras Samarinda menjadi atensi serius Pemkot Samarinda setelah 2 agenda besar terakhir memicu kemacetan parah akibat kendaraan pengunjung yang meluber hingga ke badan jalan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menyatakan evaluasi mendalam diperlukan usai melihat ketidakteraturan tersebut. Kendaraan pengunjung bahkan memadati ruas jalan di titik krusial seperti di depan minimarket dan area perbankan di seberang lokasi.
Menurutnya, salah satu pemicu utama adalah pemanfaatan sebagian lahan parkir untuk lapak tenan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang memangkas daya tampung kantong parkir yang tersedia. Kondisi itu juga memicu menjamurnya praktik juru parkir liar di kawasan sekitar.
“Kita usulkan ke Varia Niaga, ketika ada event yang besar, mungkin tenant-tenant itu ditutup, jadi fokus untuk tempat parkir. Karena atensi masyarakat juga kan begitu besar. Sedangkan kita tidak ada pilihan opsi transportasi umum yang ada di Kota Samarinda,” ucapnya Rabu (6/5/2026).
Selain itu, Dishub merencanakan pemasangan pagar pada median jalan untuk membatasi penyeberangan sembarangan. “Kadang-kadang semua titik ruas jalan itu menjadi titik penyeberangan ketika parkir. Jadi akhirnya terjadilah hambatan lalu lintas,” bebernya.
Dishub juga mendorong optimalisasi Gedung Pasar Pagi sebagai kantong parkir alternatif yang dilengkapi angkutan shuttle.
“Parkirnya kita arahkan di Gedung Pasar Pagi. Kemudian mungkin mereka bisa melakukan pengadaan bus atau sewa bus, jadi busnya shuttle. Jadi lahan parkir yang seharusnya dipakai oleh tim Event Organizer (EO) dan lainnya bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” tutupnya.(uca)
Editor: M Khaidir


