Jakarta, Busam.id – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) meluncurkan program penguatan literasi keluarga berbasis digital mobile sebagai bagian dari upaya mendukung transformasi perpustakaan yang inklusif demi kesejahteraan masyarakat.
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar, menjelaskan bahwa literasi keluarga merupakan salah satu elemen dari trilogi pembangunan dalam pengembangan budaya literasi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan.
Trilogi ini mencakup pendidikan, masyarakat, dan keluarga sebagai fokus utamanya.
Adin Bondar menjelaskan hal tersebut dalam acara Peluncuran Penguatan Literasi Keluarga Berbasis Digital Mobile yang diselenggarakan secara hibrida belum lama ini.
“Satuan keluarga adalah salah satu fokus utama kita dalam trilogi pembangunan budaya literasi, dan upaya ini masih belum sepenuhnya tersentuh,” ucapnya.
Pihaknya menggarisbawahi perlunya kolaborasi melalui platform digital yang menyediakan konten bacaan berkualitas, mulai dari saat ibu hamil hingga ke usia lanjut.
“Dalam upaya menuju Indonesia Emas 2045, penting untuk memusatkan perhatian pada penguatan budaya literasi, terutama mengingat bonus demografi yang akan datang. Saat ini, Indonesia memiliki 84 juta anak-anak yang merupakan aset berharga bagi negara,” ungkapnya.
Peran literasi keluarga dalam perkembangan otak manusia sejak dalam kandungan sangat penting.
Peningkatan kualitas bacaan dan stimulasi otak sejak usia dini dapat membantu membangun fondasi kuat untuk perkembangan anak-anak.
“Masa emas anak berada pada rentang usia 0-6 tahun, dan selama periode ini, anak-anak memerlukan peran model, bacaan, dan permainan edukatif untuk membangun dasar yang kuat bagi perkembangan mereka di masa depan,” jelasnya.
Penguatan literasi keluarga berbasis digital dianggap sebagai inovasi yang penting untuk memberikan akses informasi dan pengetahuan kepada seluruh masyarakat Indonesia, dari anak-anak hingga orang dewasa.
“Dengan literasi yang kuat, individu dapat mencapai tingkat produktivitas yang lebih tinggi, memperbaiki kondisi ekonomi, dan pada akhirnya, membangun kebahagiaan dan rasa percaya diri dalam masyarakat,” paparnya.
Program ini mencerminkan komitmen Perpusnas RI untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dalam rangka mendukung pertumbuhan literasi dan kesejahteraan negara. (ADV/ONE/DPKKALTIM)
Editor: Tri W


