Samarinda, Busam.ID – Borneo FC Samarinda harus memaksimalkan waktu pemulihan dan persiapan singkat untuk menghadapi pertandingan berikutnya setelah menjalani laga tandang di Thailand. Meski terkendala perjalanan panjang, pelatih kepala Mauro Jeronimo memastikan timnya tetap siap bersaing.
Mauro mengatakan, Pesut Etam hanya memiliki waktu sekitar tiga hari di antara pertandingan. Kondisi tersebut membuat tim pelatih harus menyesuaikan metode persiapan, terutama dengan memaksimalkan analisis video untuk mempelajari kekuatan dan kelemahan lawan.
“Kami mengerti bahwa kami memiliki waktu tiga hari antara pertandingan, mengingat kami baru saja datang dari Thailand. Dalam waktu singkat, kami harus lebih banyak menggunakan video daripada latihan,” ujar Mauro.
Borneo FC sebelumnya menjalani perjalanan panjang menuju Buriram, Thailand, yang memakan waktu sekitar 32 jam. Perjalanan kembali ke Indonesia juga diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 15 jam.
Situasi itu menjadi tantangan tersendiri bagi tim dalam menjaga kebugaran pemain. Karena itu, staf pelatih berupaya memberikan waktu pemulihan terbaik sebelum kembali bertanding.
Meski demikian, Mauro menegaskan timnya memiliki sejumlah pemain yang siap diturunkan. Rotasi juga menjadi opsi untuk menjaga kondisi fisik skuad di tengah padatnya jadwal kompetisi domestik dan internasional.
Menurutnya, Borneo FC masih berada dalam tahap membangun kekuatan tim pada awal musim. Performa yang diharapkan belum sepenuhnya tercapai sehingga setiap pertandingan menjadi bagian penting dari proses peningkatan kualitas permainan.
“Kami masih di awal musim. Kami sedang membangun tim langkah demi langkah. Kami masih belum mencapai level yang kami harapkan. Jadi, kami harus melangkah setahap demi setahap, pertandingan demi pertandingan,” jelasnya.
Mauro juga menekankan pentingnya menjaga daya saing di setiap pertandingan, terlepas dari kompetisi yang diikuti. Ia meminta seluruh pemain selalu siap memberikan kontribusi ketika mendapat kesempatan bermain.
Baginya, hasil akhir memang tidak sepenuhnya berada dalam kendali tim. Namun, penampilan, sikap, dan semangat juang harus tetap dijaga sebagai bentuk tanggung jawab profesional.
“Kami memahami bahwa kami tidak memiliki kendali atas hasil akhir, tetapi setidaknya kami harus mencoba memberikan penampilan yang baik, sikap yang baik, dan semangat juang yang baik untuk setiap pertandingan,” tegas Mauro.
Senada dengan sang pelatih, kiper Borneo FC, Kadu, mengakui persiapan dalam waktu singkat menjadi tantangan setelah tim menjalani perjalanan jauh. Kendati begitu, ia memastikan para pemain memahami apa yang harus dilakukan untuk menghadapi pertandingan.
Menurut Kadu, status sebagai pemain profesional menuntut seluruh anggota tim tetap mempersiapkan diri secara maksimal, meskipun waktu pemulihan terbatas.
“Kami selalu memiliki waktu terbatas untuk mempersiapkan pertandingan ini karena perjalanan dan waktu pemulihan yang singkat. Namun, kami sangat menyadari apa yang harus kami lakukan. Kami adalah tim profesional dan mencoba mempersiapkan diri sebaik mungkin agar ketika tiba hari pertandingan, kami bisa berjuang dan meraih tiga poin,” kata Kadu.
Dengan waktu persiapan yang terbatas, Borneo FC kini dituntut menjaga keseimbangan antara pemulihan fisik, kesiapan taktik, dan konsistensi permainan. Mauro berharap seluruh pemain mampu mempertahankan semangat kompetitif agar Pesut Etam tetap tampil maksimal di tengah padatnya agenda pertandingan.(Adit)
Editor: M Khaidir


