Wedang Uwuh, Minuman Sampah Yang Menyehatkan

BusamID
Suharti salah seorang pembuat wedang uwuh di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Foto by© Adit/Busam.ID

Bantul, Busam.ID – Salah satu jamu tradisional khas Yogyakarta yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah wedang uwuh.

Wedang sendiri dalam bahasa Jawa memiliki arti minuman, sedangkan uwuh dalam bahasa Jawa berarti sampah. Wedang uwuh bila diartikan secara langsung memiliki arti minuman sampah, namun ini hanyalah istilah saja.

Sementara bahan aslinya adalah campuran beberapa rempah-rempah, yaitu jahe, kayu secang, daun dan kayu manis, daun dan akar sereh, daun pala dan biji pala, kapulaga dan gula batu. Wedang uwuh dipercaya dapat menghangatkan tubuh dan mampu mencegah berbagai macam penyakit.

Dalam hal ini tim Busam.ID berkesempatan untuk mengunjungi langsung salah satu tempat produksi Wedang Uwuh ini, yaitu di Mangunan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Serta mewawancarai Suharti yang sering disapa mbah Duk selaku pembuat minuman khas Yogyakarta tersebut.

“Wedang uwuh ini dulunya merupakan minuman khas raja-raja, yang terdiri dari banyak rempah-rempah dan memiliki banyak khasiat seperti melancarkan buang air kecil, menghilangkan masuk angin, dan masih banyak lagi,” ucap Mbah Duk.

Dikatakannya, terkait proses pembuatannya itu sesuai selera saja bagi yang ingin menikmati wedang uwuh ini.

“Wedang uwuh ini dibuat dengan cara direbus, dan bisa disaring atau tidak, tergantung selera, kami juga menyediakan Wedang Uwuh secara instan atau sudah bubuk, dan bagi yang suka manis juga bisa ditambahkan susu kental manis untuk menikmatinya,” tambahnya.

Wedang Uwuh ini tersedia di Desa Wisata Kaki Langit Mangunan, Kabupaten Bantul, dengan kisaran harga 20 ribuan dalam satu mika berisikan 5 bungkus, tentunya juga tersedia diseluruh daerah di Yogyakarta. (dit)
Editor: Redaksi BusamID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *