Samarinda, Busam.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya meningkatkan kualitas sarana pendidikan di SMA Negeri 10 Samarinda. Hal itu dibuktikan dengan kunjungan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji ke sekolah tersebut, Selasa (21/7/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau secara langsung progres pembenahan fasilitas sekolah sekaligus memastikan proses belajar mengajar berlangsung dengan baik.
Di hadapan para siswa dan tenaga pendidik, Rudy Mas’ud mengatakan pemerintah berkomitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang nyaman, aman, dan mampu menunjang lahirnya generasi unggul Kalimantan Timur.
“Kami ingin memastikan seluruh fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar sudah siap sehingga siswa dan guru bisa menjalankan aktivitas dengan nyaman. Pendidikan yang berkualitas harus didukung oleh infrastruktur yang memadai,” kata Rudy.
Dalam peninjauan itu, gubernur melihat sejumlah fasilitas yang telah dibenahi, termasuk akses jalan di kawasan sekolah yang kini lebih baik. Menurutnya, perbaikan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltim.
Selain itu, pembenahan juga dilakukan pada gedung asrama siswa. Perusahaan daerah bersama Bankaltimtara turut mendukung perbaikan fasilitas kelistrikan serta sanitasi agar asrama semakin layak ditempati.
Meski demikian, Rudy meminta proses penataan belum berhenti. Ia menginstruksikan agar lingkungan sekolah terus dipercantik, mulai dari ruang kelas, taman, hingga pengecatan kembali bangunan sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih representatif.
“Kalau lingkungan sekolah bersih, rapi, dan nyaman, tentu akan memberikan semangat tersendiri bagi siswa maupun guru dalam menjalankan proses belajar mengajar,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rudy dan Seno juga menyapa para siswa baru yang sedang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Mereka memberikan motivasi kepada peserta didik agar terus berprestasi dan berani bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Ucapan selamat juga disampaikan kepada sejumlah siswa SMA Negeri 10 yang akan membawa nama Indonesia pada ajang internasional, di antaranya The 21st International Standards Olympiad di Korea Selatan, Asian Youth Forum of Sustainable Future di Taiwan, serta Nairong International Students di Thailand.
Menurut Rudy, keberhasilan para siswa tersebut menjadi bukti bahwa SMA Negeri 10 masih memiliki potensi besar untuk kembali menjadi salah satu sekolah terbaik di Kalimantan Timur.
Ia menegaskan pemerintah akan terus memberikan dukungan melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang lebih baik. Namun, kesuksesan tetap ditentukan oleh semangat, disiplin, dan kerja keras para siswa.
“Pemerintah hanya membuka jalan dan menyediakan fasilitas. Selanjutnya, keberhasilan ada di tangan anak-anak kita. Karena itu, teruslah belajar, berprestasi, dan jangan pernah berhenti bermimpi besar,” pesannya.
Rudy juga mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan polemik yang pernah terjadi di SMA Negeri 10 dan mulai fokus membangun kualitas pendidikan secara bersama-sama.
“Mari kita bergandengan tangan menjadikan SMA Negeri 10 kembali sebagai sekolah unggulan yang membanggakan Kalimantan Timur. Semua kekurangan yang ada akan kita benahi secara bertahap demi masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 10 Samarinda Ni Made Adnyani mengungkapkan jumlah siswa yang saat ini menempuh pendidikan mencapai 1.109 orang. Dari jumlah tersebut, baru 349 siswa yang dapat tinggal di asrama karena keterbatasan kapasitas.
Pemerintah berharap, setelah proses rehabilitasi dan penataan fasilitas selesai, daya tampung asrama dapat ditingkatkan sehingga semakin banyak peserta didik yang memperoleh fasilitas pendidikan berasrama dengan kualitas yang lebih baik.(Adit)
Editor: M Khaidir


