Samarinda, Busam.ID – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui PPK 2.5 terus melaksanakan pemeliharaan rutin terhadap infrastruktur jembatan guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Salah satu pekerjaan yang saat ini dilakukan adalah pemeliharaan rutin Jembatan Mali di ruas Simpang 3 Muara Wahau – Batas Kabupaten Berau/Kutai Timur – Kelay.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program preservasi jalan dan jembatan nasional untuk menjaga kondisi infrastruktur tetap berfungsi optimal, terutama pada ruas yang menjadi jalur penghubung antarwilayah di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau.
Pemeliharaan rutin meliputi pemeriksaan kondisi struktur jembatan, perbaikan bagian yang mengalami kerusakan ringan, pembersihan elemen jembatan, serta penanganan komponen pendukung lainnya agar umur layanan jembatan dapat terus terjaga.

PPK 2.5 BBPJN Kalimantan Timur, Syafrizal Haris, mengatakan pemeliharaan rutin merupakan langkah preventif yang dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi jembatan tetap aman dilintasi masyarakat.
“Pemeliharaan rutin Jembatan Mali merupakan bagian dari komitmen kami dalam menjaga keandalan infrastruktur jalan dan jembatan nasional. Dengan perawatan yang dilakukan secara berkala, kami dapat mendeteksi lebih dini apabila terdapat kerusakan sehingga penanganannya bisa dilakukan sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar,” ujarnya.
Menurut Syafrizal, ruas Simpang 3 Muara Wahau–Kelay memiliki peran strategis sebagai akses penghubung aktivitas masyarakat maupun distribusi logistik di wilayah utara Kalimantan Timur. Oleh karena itu, kondisi jembatan harus selalu dipastikan dalam keadaan baik.
“Kami ingin memastikan pengguna jalan dapat melintas dengan aman dan nyaman. Pemeliharaan rutin ini juga menjadi upaya untuk mempertahankan tingkat pelayanan jembatan sehingga mobilitas masyarakat dan arus barang tetap berjalan lancar,” katanya.
Ia juga mengimbau para pengguna jalan agar tetap berhati-hati ketika melintasi lokasi pekerjaan serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
“Kami memohon pengertian masyarakat apabila selama pekerjaan berlangsung terdapat sedikit gangguan terhadap arus lalu lintas. Seluruh pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tutup Syafrizal.(Adit)
Editor: M Khaidir


