SAMARINDA, Busam.ID — Tim SAR Gabungan mengerahkan armada dan memperluas radius penyisiran di perairan Sungai Mahakam, Jumat (6/11/2026). Langkah ini dilakukan guna mencari keberadaan 2 bocah laki-laki yang dilaporkan tenggelam di kawasan Teluk Lerong, Kecamatan Samarinda Ulu, sejak Kamis (5/11/2026) sore.
Insiden memilukan tersebut berlangsung sekitar pukul 16.45 WITA, persis di area pinggir sungai sekitar Cafe Teluk Lerong. Menurut kesaksian warga di lokasi, kedua anak itu mulanya terlihat bermain di antara bebatuan tepian sungai saat debit air masih setinggi kaki.
Saksi mata di tempat kejadian, Ikhsan, mengungkapkan, situasi berubah drastis beberapa saat kemudian ketika salah seorang anak mendadak terseret arus ke arah tengah sungai yang lebih dalam. “Tadi dia sudah sisa kepala sama tangannya di permukaan air. Sempat melambai-lambai minta tolong,” ujar Ikhsan.
Melihat lambaian tangan korban, warga dan petugas juru parkir (jukir) di sekitar lokasi langsung bergerak cepat mendatangi titik kejadian. Namun derasnya arus Sungai Mahakam membuat kedua bocah tersebut dengan cepat tenggelam dan menghilang dari permukaan sebelum sempat diselamatkan.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries Setiawan, menyatakan pihaknya menerima laporan resmi terkait peristiwa ini pada Kamis sore pukul 17.15 WITA.
“Kami menerima informasi dari masyarakat kemarin sore mengenai insiden anak tenggelam di kawasan Teluk Lerong. Setelah bergerak ke lokasi dan mencocokkan data bersama saksi, dikonfirmasi bahwa korban berjumlah dua orang,” jelas Aries, Jumat (6/11/2026).
Aries menerangkan, upaya pencarian pada Kamis malam sempat terkendala oleh minimnya jarak pandang di perairan. Hal itu membuat Tim SAR memfokuskan tindakan awal berupa pemantauan visual dari daratan dengan bantuan lampu sorot penerangan.
Memasuki hari kedua operasi pencarian pada Jumat pagi, Tim SAR Gabungan langsung menerjunkan unit perahu karet dan alutsista air untuk melakukan maneuver penyisiran secara masif.
“Untuk sistem pencarian hari ini, fokus penyisiran kami mulai dari titik awal kejadian (Last Known Position / LKP) menyusuri aliran air ke arah hilir sejauh 1,1 kilometer. Operasi kemudian kami lanjutkan dengan metode penyapuan circle search [pencarian melingkar] di area-area krusial,” tegasnya.
Hingga Jumat siang, operasi pencarian masih berlangsung intensif. Unsur SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Samarinda, TNI-Polri, BPBD, relawan kemanusiaan, serta warga sekitar terus memantau pergerakan arus sungai untuk menemukan keberadaan kedua korban. (zul)
Editor: M Khaidir


