SAMARINDA, Busam.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di kawasan Sindang Sari, Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, mendapat penanganan udara skala besar. 1 unit pesawat Hercules C-130 bantuan dari Australia diterjunkan untuk melancarkan operasi waterbombing (pengeboman air) berkapasitas 15 ton untuk memadamkan kobaran api yang melahap lahan seluas 20 hektare (ha), Jumat (6/11/2026).
Operasi pengeboman air tersebut mulai digempur sekitar pukul 14.30 WITA. Sebelum pesawat raksasa tersebut menjatuhkan belasan ton air, sebuah pesawat pemandu jenis Cessna lebih dahulu diterbangkan untuk melakukan pemetaan udara (aerial mapping). Langkah ini krusial untuk memastikan koordinat titik panas (hotspot) secara presisi agar guyuran air tepat mengincar jantung kobaran api.
Pengawas Bencana BPBD Kota Samarinda Wilayah Sambutan, Maulana Firdaus, membenarkan, total area yang terdampak karhutla di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 20 hektare. Intervensi armada udara terbukti efektif meredam eskalasi api secara signifikan.
“Alhamdulillah, tepat pukul 14.30 WITA tadi operasi waterbombing berhasil melakukan penyiraman mendadak di area fokus seluas 20 hektare. Secara visual, aksi ini langsung mengurangi kobaran api di lapangan,” ujar Maulana saat dikonfirmasi.
Kendati demikian, Maulana menegaskan bahwasanya penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan jalur udara. Tim gabungan darat tetap bekerja keras menyisir sekam api yang tersembunyi di bawah permukaan lahan.
“Kita tidak boleh berhenti sampai di situ. Pemadaman darat tetap kita pacu bersama rekan-rekan relawan, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan jajaran BPBD,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, membeberkan teknis operasional pesawat Hercules C-130 tersebut. Armada bantuan internasional ini bertolak langsung dari pangkalan udara di Balikpapan membawa muatan air yang telah diisi penuh di darat.
“Pesawat Hercules ini memiliki daya tahan terbang hingga empat jam. Namun, untuk durasi penyiraman langsung di titik api memakan waktu sekitar 30 menit. Air diisi terlebih dahulu di Balikpapan dengan kapasitas angkut mencapai 15.000 liter,” terang Suwarso.
Di balik keberhasilan operasi udara, petugas mengeluhkan masih ditemukannya kendala keselamatan akibat ulah sebagian warga setempat. Sesuai standar operasional prosedur (SOP) penerbangan rendah dan pengeboman air, zona dalam radius 700 meter dari titik sasaran wajib steril dari segala aktivitas manusia.
Namun di lapangan, petugas masih mendapati warga—bahkan anak-anak—yang nekat mendekati lokasi kebakaran untuk menyaksikan manuver pesawat Hercules dari jarak dekat.
“Pesawat ini terbang sangat rendah dengan membawa muatan air yang sangat berat, mencapai 15 ton. Jika terkena guyuran dari ketinggian rendah, hantamannya sangat berbahaya. Radius 700 meter yang disepakati harus benar-benar steril demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” lugas Maulana.
Merespons kondisi tersebut, BPBD bersama aparat setempat kini memperketat barikade dan memblokir penuh akses pintu masuk maupun keluar menuju kawasan terdampak karhutla.
Hingga Jumat sore, kelanjutan gelombang operasi waterbombing berikutnya masih menunggu hasil koordinasi intensif antara BPBD Provinsi Kalimantan Timur dan pimpinan daerah terkait. Selagi pesawat Hercules kembali ke Balikpapan untuk pengisian ulang air (refueling), tim pemadam jalur darat terus bersiaga memadamkan sisa-sisa titik api agar tidak menyebar kembali saat tertiup angin kencang. (zul)
Editor: M Khaidir


