Balikpapan, Busam.ID – Rencana pembebasan lahan untuk pembangunan jalan pendekat Jembatan Pulau Balang dari arah Kota Balikpapan ditargetkan rampung pada akhir 2022 ini.
Target ini mengikuti rencana pembangunan kawasan ibu kota negara (IKN) yang direncanakan mulai dilaksanakan tahapan konstruksinya Agustus tahun ini.
Kota Balikpapan akan menjadi kota penyangga sekaligus gerbang untuk kawasan IKN tersebut, sehingga harus didukung dengan pembangunan infrastruktur yang memadai termasuk penyelesaian Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Kota Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU).
Kepala ATR/BPN Balikpapan Herman Hidayat mengatakan, rencana pembebasan lahan untuk pembangunan jalan pendekat Jembatan Pulau Balang saat ini masih dalam proses persiapan, yang dilaksanakan oleh pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan.
“Targetnya untuk tahun ini mudah-mudahan bisa selesai,” kata Herman di Balai Kota Balikpapan, Senin (18/7/2022).
Menurutnya, sesuai dengan aturan ada empat tahapan dalam proses pembebasan lahan, mulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan penyiapan laporan pelaksanaan. Apabila sudah memasuki tahapan pelaksanaan itu baru BPN terlibat. Saat ini prosesnya masih tahapan persiapan.
Termasuk dalam melaksanakan sosialisasi, pihaknya masih menunggu tahapan persiapan pendataan yang saat ini masih dilakukan oleh pemerintah kota.
“Untuk data ahli waris yang akan dibebaskan masih menunggu data dari masing-masing pemerintah, baru akan disosialisasikan karena memang ada perencanaan untuk itu,” jelasnya.
Lahan yang diperlukan untuk pembangunan jalan pendekat Jembatan Pulau Balang ini tercatat mencapai 15,5 km dari arah Kota Balikpapan.
“Kalau itu kan sudah dibuat perencanaannya oleh instansi yang memerlukan tanah harus dikebut itu untuk implementasinya,” ujarnya.
Dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian PUPR, Jembatan Pulau Balang dibangun untuk menghubungkan Kota Balikpapan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara yang akan menjadi jalur utama angkutan logistik sekaligus salah satu akses menuju IKN.
Adapun, jembatan dengan tipe cable stayed tersebut memiliki konstruksi jembatan utama sepanjang 804 meter (M), jembatan pendekat 167 m dan jalan akses sepanjang 1,8 kilometer (KM). (man)
Editor: Redaksi BusamID








