Pedagang Keluhkan Proyek Renovasi Pasar Klandasan Mangkrak, Dewan Segera Panggil Dinas Terkait

BusamID

Balikpapan, Busam.ID – Sejumlah pedagang di Pasar Klandasan mengeluhkan omsetnya yang terus menurun setelah direlokasi ke tempat penampungan sementara (TPS). Sementara proyek perbaikan yang ada di blok A Pasar Klandasan tersebut tak kunjung dilaksanakan, padahal para pedagang sudah terlanjur berjualan di TPS.

“Kita di luar ini kan barang cepat rusak, hawanya panas, tidak kayak di dalam suasana sedikit tertutup. Terutama ikan-ikan itu gampang rusak,” kata Eko salah seorang pedagang ikan, Pasar Klandasan, Kamis (24/11/2022).

Ia menyampaikan, ketika harus berjualan di TPS, dirinya harus menanggung ongkos operasional jadi lebih besar, karena biasanya cuma memakai satu balok es, membengkak dua balok es ketika dia berjualan di luar .

“Saya minta pemerintah dikerjakan secepatnya. Dampaknya bukan cuma pedagang ikan saja, sayur mayur juga luar biasa. Karena pengunjung juga mengalami penurunan sekitar 50 persen,” ungkapnya.

Ia meminta kepada pemerintah agar memberikan kejelasan terkait nasib para pedagang, dan siap untuk dipindahkan kembali ke blok sebelumnya apabila tidak ada kejelasan tindak lanjut proyek renovasi pasar tersebut.

“Soalnya kayak jalanan jorok dan sebagainya, tidak seperti di dalam agak bersih. Sudah hampir 2 bulan dipindahkan. Kalau tidak ada dana, kamk minta kembali ke dalam lagi,” ujarnya.

Pedagang ikan lain, Nurdin Naping menyampaikan keluhan yang serupa. Menurutnya, ada sedikitnya 102 pedagang yang terdiri dari sayur, daging dan ayam yang merasa terdampak atas pemindahan sementara tersebut.

“Kalau bisa dipercepat aja, kasian pedagang yang ada di luar ini, kalau hujan becek sedikit. Kalau bisa dipercepat, kalau tidak bisa kami kembali ke dalam, tidak ada masalah Tidak tahu ada masalah apa, waktu rapat kami cuma cepat-cepat disuruh keluar. Kenyataan kami sudah dua bulan di luar,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Budiono mengatakan, dia akan segera memanggil pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti masalah ini.

Proyek pembangunan ini tidak berlanjut lantaran proses penghapusan aset yang dilaksanakan belum berjalan.
Kondisi ini tentunya merugikan pedagang yang sudah terlanjur direlokasi, akibat omzet penjualannya yang menurun dan kondisi lapak yang dinilai kurang layak.

“Akan kita panggil nanti BPKAD, Dinas Perdagangan. Kasian melihat pedagang ikan, lokasinya yang tidak begitu layak, maka otomatis omzetnya mengalami penurunan,” terangnya.

Selain itu, masalah ini juga akan berdampak pada kondisi anggaran karena proses pembangunan tidak berjalan. Lantaran proses penghapusan aset mangkrak. Dan anggaran pembangunan yang sudah dialokasikan dengan besaran mencapai Rp 2 miliar akan menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa).

“Anggaran untuk pembangunan blok ini belum bisa dilaksanakan. Jadi belum ada lelang, karena sisa waktu ini, sisa dua bulan gak sampai itu akan menjadi sisa anggaran,” urainya. (man)

Editor: Redaksi BusamID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *