Balikpapan. Busam.ID – Sektor pertambangan batubara diperkirakan akan tetap menjadi komoditas utama yang mendorong pertumbuhan perekonomian di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim( di tahun 2023 mendatang.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim R Bambang Setyo Pambudi mengatakan, berdasarkan catatan Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi Kaltim pada Tahun 2022 terus menunjukkan perbaikan.
Menurutnya, ekonomi Kaltim tercatat tumbuh 5,2 persen year on year (yoy). Hal itu dicapai berkat membaiknya permintaan dari negara tujuan utama, di tengah momentum komunitas pada harga level yang tinggi.
“Hal tersebut mendorong pertumbuhan pertambangan batubara sebagai kontribusi utama di wilayah Kalimantan Timur,” kata Bambang dalam kegiatan Diseminasi Ekonomi Regional Tahunan dan Apresiasi Bank Indonesia Balikpapan Tahun 2022 Di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Kamis (1/12/22).
Menurutnya, khusus Kota Balikpapan pertumbuhannya terjadi trend peningkatan pada tahun 2022, di tengah perbaikan kondisi ekonomi Kalimantan Timur, dalam kondisi perbaikan kondisi pandemi dan peningkatan daya beli.
Adapun di tahun 2023, ia menyebutkan, bahwa kinerja perekonomian Kota Balikpapan diperkirakan tetap akan tumbuh meski melambat.
Dari sisi lapangan usaha pada tahun 2023 mendatang, industri pengolahan yang mendominasi di kota Balikpapan masih menguat di tengah kondisi kinerja komunitas yang tinggi.
Selain itu, dengan terus berlanjutnya proyek diantaranya pembangunan kilang, dan proyek strategis lainnya di kota Balikpapan turut turut menjadi katalis konstruksi dengan geliat perekonomian dan tingginya mobilitas juga memperkuat sektor perdagangan, yang merupakan penyumbang ketiga perekonomian di Kota Balikpapan.
Terkait inflasi di kota Balikpapan tercatat berada pada angka 0,09% pada bulan Oktober 2022. Angka tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Dengan angka mencapai 6,30 % year on year.
Adapun 5 komoditas utama yang mendorong inflasi di kota Balikpapan angkutan udara mobil bawang merah, bahan bakar rumah tangga dan ikan layang.
Sementara 5 pendorong deflasi terbesar diantaranya minyak goreng, cabe rawit tomat, cabe merah dan sawi hijau. (man)
Editor: Redaksi BusamID


