Balikpapan, Busam.ID– Proyek pengendali banjir DAS Ampal hingga saat ini masih terus menjadi sorotan di masyarakat.
Pasalnya, minimnya progress proyek juga berdampak kepada masyarakat. Tidak hanya di kawasan Jalan MT Haryono depan Global Sport yang tidak kunjung dibuka. Serta di kawasan jalan tersebut yang masih carut marut, karena bekas galian parit yang tidak kunjung ditutup.
Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan, Rafiuddin mengatakan, pihaknya meminta kontraktor agar bisa menyelesaikan pekerjaan khususnya di kawasan Jalan MT Haryono tersebut karena memang perlu ditangani dulu.
“Jadi saya minta diamankan dulu utilitas yang ada, agar bisa segera diselesaikan. Karena bisa menyebabkan longsor,” kata pria yang akrab disapa Rafi ini, Selasa (14/3/2023.
Namun, katanya, pada pengerjaan proyek DAS Ampal khususnya yang bertepatan di depan MS Glow tersebut mesti hati-hati.
Sebab terdapat lima pipa PDAM Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), yang dua diantaranya adalah pipa distribusi.
“Itu kalau bocor susah penanganannya karena pihak PDAM belum ada stok pipa untuk pengganti. Jadi kita harus hati-hati,” tandasnya.
Selain itu, ia menambahkan, juga terdapat kabel PLN dan Telkom yang dapat menghambat pengerjaan proyek DAS Ampal tersebut.
“Kita minta pindahkan agar aman, untuk digeser dulu. Sebab utilitas ini kalau tidak dipindah, progres juga terkendala,” ujarnya.
Project Manager PT Fahreza Duta Perkasa, Arif wibisono menjanjikan akan segera merampungkan pengerjaan yang sempat mangkrak Jalan MT Haryono atau di depan MS Glow Balikpapan.
“Kami akan melakukan siring dan pengurasan dulu, kita gali sampai ketemu elevasi hingga 3 meteran,” bebernya.
Setelah itu, pihaknya akan melakukan pengecoran lalu dilanjutkan penurunan L shape, setelah itu nanti akan diuruk lagi yang terakhir.
Sementara itu, Owner MS Glow Balikpapan, Nanda Adi Surya mengatakan, hingga dua bulan, tidak ada pengerjaan di drainase Jalan MT Haryono sepanjang ruko milik MS Glow ini.
“Saya geram, diberikan janji untuk penggarapan proyeksi, yang nyatanya tidak ada aksi dari pihak kontraktor,” katanya.
Walhasil, dampaknya ke ruko yang ia miliki. Kurang lebih sepanjang 2 meter tanah tergerus.
“Kita khawatirkan kalau ada banjir besar lagi, tanah ini makin turun tergerus,” ungkapnya.
Diungkapkan Nanda, demi menuntaskan pengerjaan proyeksi tersebut, ia bahkan rela mencarikan alat berat secara pribadi hingga Rp 40 juta.
“Ini janjinya lagi, mereka akan melakukan pengerjaan. Pekan ini, akan dilakukan pengerjaan mulai dari titik depan ruko saya,” tuturnya.
Hal itu, setelah ia desak. Pasalnya pihaknya sebenarnya sudah ada pertemuan dengan DPU di awal Maret ini.
“Kontraktor berjanji mau menuntaskan pekerjaan. Kami Sudah tawari sewa alat berat kami bayar dulu, mereka maunya menggunakan miliknya. Tapi sudah masuk minggu kedua, belum ada pergerakan,” bebernya. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir








