Pertanyakan Proyek Pengendali Banjir, Mahasiswa di Balikpapan Demo Wali Kota

BusamID
Puluhan mahasiswa HMI Kota Balikpapan melakukan unjuk rasa di Balai Kota Balikpapan untuk mempertanyakan soal penanggulangan banjir di Balikpapan, Rabu )15/3/2023). (foto by Muhammad M)

Balikpapan, Busam.ID – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Balikpapan menggelar aksi unjuk rasa di halaman Balai Kota Balikpapan, Rabu (15/3/2023).

Mereka berunjuk rasa untuk mempertanyakan upaya Pemkot Balikpapan dalam melakukan penanganan banjir di Kota Balikpapan.

Ketua HMI Balikpapan, Rafsyan Hassan Ratuwara mengaku, kehadirannya mendatangi kantor Wali Kota Balikpapan sebagai pengingat bahwa masih ada persoalan banjir yang belum terselesaikan.

“Pada malam hari tadi terjadi banyak titik banjir, kemudian banyak masyarakat yang terdampak. Apakah masyarakat hari ini turun langsung lalu mengecek terkait apa yang menjadi persoalan tersebut, nah ini yang menjadi banyak pertanyaan dari kami,” ucapnya.

Mereka menyampaikan tujuh tuntutan kepada Wali Kota Balikpapanyaitu menuntut Wali Kota Balikpapan untuk serius dan transparan dalam proses penyelesaian banjir, meminta mendata korban terdampak akibat banjir untuk segera diberikan bantuan secara langsung, penyelesaian masyarakat, UMKM maupun perusahaan swasta yang terdampak proyek DAS Ampal.

Selanjutnya, menuntut Wali Kota Balikpapan bersama Dinas PU menyampaikan alasan secara tegas mengapa tetap mempertahankan kontrak dalam proyek DAS Ampal, meminta dihadirkan Wali Kota, Dinas PU, dan PT Fahreza Duta Perkasa untuk perjanjian dihadapan mereka dan media untuk target pengerjaan dan konsekuensinya.

Dan, meminta sikap tegas kepada pengembang yang tidak sesuai dengan Perda Nomor 12/2012 dan Nomor 3/2016, Nomor 5/2013, Perwali Nomor 3/2021, Serta menuntut Wali Kota Balikpapan bersurat kepada BPK dan KPK untuk melakukan audit terhadap proyek-proyek penyelesaian banjir di Kota Balikpapan.

Sementara Asisten I Sekretaris Kota (Setkot) Balikpapan Zulkifli hadir menemui demonstran. Dia menawarkan kepada mahasiswa pada 21 Maret 2023 mendatang untuk dapat berdiskusi dengan Pemerintah Kota. “Kami menerima mereka supaya nanti kita menjelaskan secara gamblang, seperti audiensi,” kata Zulkifli.

Menurutnya, saat pertemuan tersebut nantinya akan dihadirkan Dinas PU, manajemen proyek, dan hal yang terkait lagi untuk memaparkan apa yang menjadi pertanyaannya.

“Kalau ada yang terikat lagi, silahkan mereka menghimpun apakah ada persoalan yang ingin ditanyakan kita hadirkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait” bebernya.

Saat ditanyakan keberadaan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Zulkifli mengatakan, Rahmad sedang berada di luar daerah menerima penghargaan tim percepatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN).

“Kita itu berhasil atas e-catalog lokal yang sampai sekitar Rp138 miliar, itu kita dapat penghargaan yang dinilai progresnya sangat bagus oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),” ungkapnya. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *