Samarinda, Busam.ID -Dalam rangka meningkatkan skill masyarakat di dunia usaha, Pokmas (Kelompok Masyarakat) 3 Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota menggelar pelatihan pembuatan kue kering.
Kegiatan berlangsung sejak tanggal 30 Mei hingga 4 Juni 2023 di King Coffe Jalan Wahid Hasyim 1 Samarinda, dengan menggandeng LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) Ganesha.

Lurah Karang Mumus, Arbain Asyari menjelaskan, bahwa pelatihan tersebut merupakan rangkaian kegiatan prioritas Walikota Samarinda Andi Harun, yakni Probebaya (Program Pembangunan & Pemberdayaan Masyarakat).
“Jadi pelatihan ini termasuk satu dari sekian agenda di dalam Probebaya ya, di mana diharapkan kegiatan ini nantinya dapat membuat masyarakat yang mengikuti pelatihan bisa meningkatkan taraf ekonominya dengan berwirausaha setelah mendapatkan pelatihan, dalam hal ini pembuatan kue kering,” papar Arbain pada Busam.ID, Rabu (31/5/23).
Ia pun menjelaskan respon positif semua peserta pelatihan, ditunjukkan dengan antusias memperhatikan setiap arahan yang diberikan oleh instruktur.
“Bisa dilihat sendiri ya mas, mereka betul- betul memperhatikan cara dan bagaimana membuat kue yang baik sehingga enak untuk dimakan juga bisa dijual nantinya,” pungkas Arbain.

Peserta pelatihan kue garapan Pokmas 3 Karang Mumus kali ini, sebagian besar adalah ibu-ibu dan remaja yang belum mempunyai pekerjaan serta hobi membuat kue.
“Fokus kita tentu kepada ibu rumah tangga dan juga remaja yang hobi berada di dapur. Jadi yang biasanya mungkin mereka sudah bisa membuat kue namun terbatas hanya 1 macam, dengan mengikuti pelatihan ini, dapat lebih beragam buat kue keringnya,” tambah Arbain.
Di lokasi yang sama, owner dari Ganesha Group, Bayu mengungkapkan rasa gembiranya lantaran Pemerintah Kota Samarinda menunjuk lembaga pelatihan yang dipimpinnya sebagai pembina dan penyelenggara kegiatan.
“Ya Alhamdulillah kita masih dipercaya ya, karena memang saat ini kita memiliki instruktur yang memang profesional dalam pembuatan kue kering. Untuk kegiatan kali ini ada 2 instruktur yang memberikan pelatihan kepada 20 peserta,” jelas Bayu.
Ditanya perihal anggaran, Bayu mengakui anggaran yang digunakan bersumber anggaran Probebaya, menyesuaikan dari jenis pelatihan, bahan baku yang digunakan, interval waktu pelatihan dan masing-masing Pokmas yang mengajukan.
“Rata-rata anggaran tiap kegiatan sekitar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta sih mas, seperti kue kering ini kan perlu beli bahan baku dan ada gaji instruktur di situ, termasuk juga biaya transportasi dan makan peserta ditanggung juga dalam biaya tersebut selama 6 hari kegiatan,” paparnya.
“Nantinya selesai mengikuti pelatihan ini, tiap peserta akan mendapatkan sertifikat yang Insya Allah dapat berguna untuk kegiatan kewirausahaan. Semoga dapat terus berlanjut, kami juga senang pastinya banyak masyarakat yang bisa berwirausaha setelah dapat lulus dari pelatihan ini karena memang itu targetnya, untuk meningkatkan perekonomian,” tutup Bayu. (RYAN)
Editor : A Risa








