Balikpapan, Busam.ID – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono dan Gubernur Astana Kazakhstan Zhenis Kassymbek secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk inisiatif Astana dan Nusantara berkolaborasi sebagai sister cities.
“Nota kesepahaman tersebut akan menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan, yang mengarah pada hubungan yang lebih kuat dan peluang pertumbuhan yang lebih besar antara kedua kota dan kedua negara,” ungkap Bambang, Kamis (6/7/2023).
Dikatakannya, Indonesia menyaksikan kemajuan luar biasa Astana dengan penuh semangat. Ia menyebutkan, pertemuan ini sangat tepat waktu karena tiga alasan.
Pertama, tahun ini menandai peringatan 30 tahun hubungan diplomatik bilateral antara Indonesia dan Kazakhstan. “Selama tiga dekade terakhir, kita telah menyaksikan pertukaran yang baik antara masyarakat kedua negara, baik untuk tujuan bisnis, sosial budaya maupun intelektual,” ujarnya.
Alasan kedua, Indonesia baru saja mulai membangun ibu kota baru bernama Nusantara. Pemerintah merencanakan Nusantara akan mencapai kematangannya dalam waktu 20 hingga 25 tahun.
“Di sinilah kami sekarang, berkumpul di Astana sebuah kota berusia 25 tahun. Ini menjadi kesempatan bagi Nusantara untuk belajar dari Kota Astana yang muda namun berkembang,” tuturnya.
Dan alasan ketiga, Kepala OIKN menyebutkan bahwa di dunia saat ini sedang menuju era baru dari tantangan sejarah yang menempatkan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada komunitas global.
Menurut Kepala OIKN pertemuan itu dapat membuka peluang untuk berkolaborasi (collaboration) mengatasi beberapa masalah yang dihadapi perkotaan. “Sebab melalui kolaborasi antar kota dapat menginspirasi pendekatan baru untuk pengembangan kota, termasuk dengan menggambarkan perjalanan dan pencapaian Astana selama 25 tahun,” pungkasnya. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir








