Samarinda, Busam.ID – Informasi terkait relokasi pedagang Pasar Pagi menjelang proyek revitalisasi pasar tertua di Kota Tepian itu, saat ini masih menggantung.
Ini disebabkan, dua lokasi yang diinginkan untuk lahan relokasi bukan milik Pemkot Samarinda sehingga diperlukan upaya lobi dan negosiasi.
Dua lahan yang dimungkinkan untuk relokasi lahan pedagang Pasar Pagi pertama adalah eks Bandara Temindung di Kecamatan Sungai Pinang yang kewenangannya milik Pemprov Kaltim.
Alternatif kedua adalah eks Pelabuhan Peti Kemas yang notabene bersebelahan dengan lokasi Pasar Pagi.
Lahan ini dinilai paling tepat menampung sementara 2800 pedagang Pasar Pagi selama proyek revitalisasi.
Karena lokasinya hanya bersebelahan dengan Pasar Pagi, relokasi di lahan ini dinilai nyaris tidak berdampak bagi pedagang.
Berbeda dengan lahan di eks Bandara Temindung, yang lokasinya berdekatan dengan Pasar Induk Segiri.
Kepala Disdag Samarinda, Marnabas, sebelumnya menyampaikan pihaknya telah melakukan negosiasi dengan Pelindo terkait penggunaan eks Pelabuhan Peti Kemas sebagai salah satu lokasi relokasi pasar pagi.
Namun hingga saat ini, belum ada tanda-tanda konkret terkait perizinan penggunaan lahan eks Pelabuhan Peti Kemas sebagai tempat relokasi 2800 pedagang.
“Jika pedagang menginginkan relokasi ke eks Pelabuhan Peti Kemas, asalkan ada kesepakatan dari pihak yang berwenang, kami bersedia untuk melaksanakan hal tersebut,” jelas Marnabas dikonfirmasi sebelumnya.
Tim Busam.ID berusaha untuk mengkonfirmasi hal ini dengan mengunjungi Kantor Pelindo 4 Cabang Samarinda di Jalan Niaga Timur pada Rabu (13/9/23).
Namun, Plh. General Manager (GM) Pelindo Regional 4 Samarinda, Syahrifuddin, dikabarkan sedang tidak berada di tempat.
Di lapangan, pegawai Pelindo 4 Cabang Samarinda yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa eks Pelabuhan Peti Kemas saat ini masih digunakan sebagai pelabuhan angkutan barang.
“Sudah dengar rencananya sih, cuma sepertinya tidak mungkin, karena saat ini bukan tidak digunakan sama sekali. Eks Pelabuhan Peti Kemas masih beroperasi untuk angkutan barang,” ungkap pegawai tersebut, sebut saja Arya.
Disinggung adanya kunjungan Pemkot ke Pelindo terkait lobi lahan eks Pelabuhan Peti Kemas, Arya mengatakan belum mengetahuinya.
“Belum ada info lebih lanjut, mungkin ada tapi kami yang tidak tahu. Jika memang sudah ada kesepakatan bersama pihak Pemkot Samarinda, pasti kita diberitahu. Yang pasti saya rasa kewenangannya itu diizinkan atau tidak, ada di jajaran pusat,” jelasnya.
Arya tidak menampik jika aktivitas pelabuhan angkutan barang itu bisa digeser sementara. (Ryan)
Editor : A Risa












