Balikpapan, Busam.ID – Kondisi kekeringan atau kemaru yang terjadi belakangan ini menyebabkan ketinggian air baku di Waduk Manggar Balikpapan terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi tersebut akan mengancam ketersediaan air bersih di Kota Balikpapan, karena sebagian besar sumber air baku berasal dari Waduk Manggar.
Pelaksana tugas Direktur Teknik Perumda Tirta Manuntung (PDAM) Balikpapan Muhammad Kohiruddin mengatakan, ketinggian air di Waduk Manggar saat ini tercatat 8,47 meter.
Namun dirinya belum bisa memastikan berapa lama kemampuan air baku yang tersisa untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Kondisi sekarang ketinggiannya 8,47 meter. Ini tambah turun di musim kemarau seperti sekarang. Kan waduk kita tadah hujan. Jadi ada ketergantungan terhadap tinggi rendahnya curah hujan yang terjadi,” ujarnya, Selasa (26/09).
Untuk daya tahan Waduk, lanjutnya, dirinya belum bisa memastikan. Karena Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan yang memiliki datanya.
Di sana ada penghitungan kapasitas air dan data air keluar. Sehingga bisa menghasilkan jumlah hari efektif pasokan air baku dari Waduk Manggar.
“Kalau untuk berapa lamanya saya harus tanya ke BWS. Kapasitas yang ada sekarang berapa. Bisa dihitung nanti jumlah harinya sekian,” tuturnya lagi.
Ditambahkannya, Waduk Manggar sebagai sumber air baku utama PDAM hanya mengandalkan curah hujan. Untuk itu jika berdasarkan prediksi BMKG musim kemarau akan berlangsung cukup panjang.
Hal itu terkait dengan fenomena elnino yang terjadi di tahun ini. Biasanya hujan akan mulai turun di bulan Oktober dan November. Sehingga Waduk bisa kembali terisi.
“Kalau nanti masih tidak ada hujan, mau gak mau ada penggiliran pelayanan. Karena ketinggian air baku di Waduk Manggar yang terus turun. Itu masih nanti. Karena kami belum dapat hasil hitungannya,” tambahnya. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir








