Reza Berharap Pemprov Juga Sediakan Beasiswa Santri di Luar Negeri

Busam ID
Akhmed Reza Fachlevi, Foto by Adit/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim Akhmed Reza Fachlevi mengharapkan Pemprov Kaltim dapat menyediakan beasiswa khusus bagi para santri yang tengah menempuh jenjang pendidikan di luar negeri. Hal itu menurutnya, merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap sektor pendidikan.

Harapan Reza itu seiring dengan kini sedang dibahasnya oleh Panitia Khusus (Pansus) akan Rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pendidikan Pondok Pesantren di wilayah Kaltim.

Reza menyebut, sejauh ini banyak santri asal Kaltim yang tengah menempuh pendidikan di negara luar seperti Kairo dan Yaman, permintaan tersebut juga datang dari para alumni saat beberapa waktu lalu pihaknya menerima pertemuan saat pembahasan bersama Pansus Pengelolaan Pondok Pesantren.

“Saat ini kan beasiswa formal saja, di luar daripada itu belum pernah dapat, tapi pada saat rapat ada beberapa alumni dari Al Ahzar Kairo dan Hadra Maud Yaman minta beasiswa santri itu diadakan,” ucapnya, Rabu (27/9/2023).

Pihaknya juga berharap, adanya dukungan berupa asrama untuk para mahasiswa atau santri yang saat ini berada di sana, permohonan tersebut mengingat beberapa provinsi diluar Kaltim yang mengayomi mahasiswa maupun santri yang menempuh pendidikan diberikan wadah tempat tinggal.

“Adanya rumah mahasiswa atau asrama bagi santri atau ustad ustadzah yang dikirim belajar di sana, beda dengan Kalsel dan Jawa sudah ada, sementara Kaltim belum,” lanjutnya.

Bahkan Reza menyampaikan, untuk saat ini santri yang menempuh pendidikan diluar negeri tak sedikit. Ada sekitar kurang lebih 150 orang yang sangat mengharapkan adanya perhatian dari Pemprov Kaltim.

“Semoga bisa ditindaklanjuti Pemprov Kaltim ke depan, saya berharap Pj Gubernur ataupun Gubernur terpilih dijadikan program,” tegasnya.

Secara terpisah, Ahmad Zaini yang merupakan salah satu Alumni di luar negeri menyebut permohonan tersebut baru bersifat usulan yang mana ia juga himpun dari para santri yang sedang menempuh pendidikannya. “Kita minta dibikinkan beasiswa khusus dengan kuota tertentu, misalnya ada 20 orang ke Mesir pertahun,” jelasnya.

Sama halnya dengan sarana fasilitas yang dirinya harapkan, dimana tempat tinggal adalah salah satu kebutuhan dasar bagi mahasiswa/santri guna menunjang peningkatan mutu pendidikan bagi para pelajar. “Karena terkait beasiswa selama ini, diantara yang juga dibutuhkan itu biaya hidup terkait tempat, setidaknya mereka bisa berkumpul pada satu titik,”tandasnya. (Adit)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *