Samarinda, Busam.ID –Memasuki hari ketujuh kebakaran sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bukit Pinang, di Jalan Suryanata Kelurahan Air Putih Kecamatan Samarinda Ulu, upaya pemadaman api menunjukkan hasil menggembirakan.
Sejumlah titik api sudah berhasil dikuasai dengan metode blending atau mencampur tanah dan air. Keberhasilan pemadaman kebakaran yang berlangsung sepekan ini, tak lepas dari tindakan pemadaman menggunakan metode blending yang dilakukan full 24 jam.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso saat dijumpai di lokasi kebakaran Sabtu (30/9/2023).
“Saat ini sekitar pukul 14.25 Wita, sedang dilakukan blending tanah dan air. Metode ini didukung tanah dari warga serta ada 3 unit excavator yang bertugas mengambil tanah dari perbukitan, memblending dan satunya diposisikan dibawah lereng,” terang Suwarso.
Upaya mempercepat pemadaman lainnya adalah dengan mendekatkan bak portable dengan posisi titik api.

Sementara Kepala Disdamkar Kota Samarinda Hendra AH mengatakan, tim-nya di Regu 6, berupaya semaksimal mungkin dalam proses pemadaman.
“Malam tadi kami menggempur di sektor enam dengan luasan berkisar 1,5 hektar dan berkolaborasi dengan tentara dan polisi kita menggempur titik api di sektor 6 hingga padam,” terang Hendra AH.
Lanjut Hendra, Minggu (hari ini) Tim Gabungan melakukan pemadaman ditl tebing dengan target tidak ada lagi titik api atau pun asap yang keluar.
“Kemungkinan titik api yang tersisa akan habis dipadamkan hari ini. Sementara untuk besok kemungkinan kami akan melakukan pemantauan saja mana tahu tiba-tiba muncul api.” terangnya.
Hingga saat ini jelas Hendra, luas lahan TPA Bukit Pinang yang terbakar dan sudah berhasil ditangani diperkirakan mencapai 95 persen.
Disinggung terkait bantuan satu unit excavator dari perusahaan, Hendra AH menyatakan bantuan itu sangat berperan dalam membantu proses pemadaman. (Zul)
Editor : A Risa


