Balikpapan, Busam.ID – Warga Balikpapan kini tidak perlu lagi pergi ke luar daerah dan menunggu dengan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan layanan kesehatan jantung.
Operasi bedah jantung terbuka kini bisa dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan.
Jumat, 29 September 2023 lalu telah dilakukan operasi perdana dan berjalan sukses.
Pelaksanaan operasi Coronary Artery Bypass Graft (CABG) ini dilakukan oleh Tim Bedah Toraks Kardiovaskular (BTKV) RSKD bersama Tim BTKV Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta.
Diketahui, RS Harapan Kita mendapat amanah dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai pengampu nasional jejaring untuk pelayanan jantung.
Direktur RSKD Balikpapan Edy Iskandar mengatakan, dengan tersedianya layanan operasi bedah jantung terbuka di Balikpapan ini, maka bisa mengurangi lamanya daftar tunggu pasien.
Informasi terakhir yang diperolehnya dari RSUD AWS Samarinda yang sudah lebih dulu menyediakan layanan operasi bedah jantung terbuka, seorang pasien paling lama harus menunggu selama enam bulan.
“Waiting list (daftar tunggu pasien) ada di RSUD AWS Samarinda, karena sudah jalan beberapa tahun dan diampu oleh RS Harapan Kita. Saat ini waiting list sampai enam bulan. Dengan dibukanya di Kanujoso (RSKD. Red) bisa pecah (terbagi waiting listnya). Jadi Kanujoso bisa, AWS juga bisa,” kata Edy, Senin (2/10/2023).
Edy juga berharap, dengan dimulainya pelayanan operasi bedah jantung terbuka di RS Kanujoso ini, tidak ada lagi waiting list. Kemudian pasien bisa cepat tertangani.
“Harapan hidupnya juga lebih tinggi,” ucapnya.
Untuk diketahui, saat ini RSKD Balikpapan dengan bantuan anggaran dari Pemprov Kaltim tengah membangun gedung pusat pelayanan jantung terpadu.
Peletakan batu pertama telah dilaksanakan pada 5 Juni lalu. Pembangunan gedung ini dilakukan dua tahap.
Pertama, meliputi pekerjaan struktur gedung enam lantai plus kolom dan pekerjaan struktur gedung parkir (lantai basement plus kolom).
Nilai kontrak untuk tahap awal ini mencapai Rp 95,8 miliar dari APBD. Secara keseluruhan atau full scope (struktur sampai finishing) diperlukan dana sekitar Rp 357 miliar.
Desember nanti, diharapkan sudah selesai untuk struktur gedung dan 2024 sudah selesai. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir








