Samarinda, Busam.ID –Terkait kabut asap yang menyelimuti Kota Tepian Samarinda sejak Senin (9/10/2023) pagi, Kepala BMKG Kota Samarinda, Riza Arianoor memberikan klarifikasi penyebabnya.
Riza mengatakan kabut yang terjadi di Samarinda biasanya disebabkan dua faktor yakni kabut bersifat partikel basah dan yang bersifat partikel kering.
Reza menyebut yang terjadi saat ini di Samarinda lebih dominan dikarenakan kabut bersifat partikel basah dampak dari beberapa hari sebelumnya kondisi cuaca cukup panas lalu tiba-tiba diguyur hujan beberapah hari kemarin,.sehingga terjadi faktor penguapan di level permukaan.
“Nah inilah yang menyebabkan terjadinya kabut,” terang Riza saat dijumpai di Kantor BMKG Samarinda Jalan Pipit Kelurahan Bandara Kecamatan Sungai Pinang.
Sifat kabut yang bersifat partikel basah tersebut tidaklah tetap. Awalnya di pagi hari pukul 06.00 Wita terlihat kabut tebal. Namun saat radiasi sinar matahari tembus ke permukaan, kabutnya kemudian menghilang.
“Biasanya jam 9.00 Wita sudah bersih kabutnya dan masih bersifat baik untuk kesehatan,” ucapnya.
Sementara pada kabut bersifat partikel kering, Riza menjelaskan biasanya kabut tersebut berasal dari hasil pembakaran hutan dan lahan termasuk pembakaran sampah.
“Kabut bersifat partikel kering ini lebih berbahaya terhadap kesehatan,” terangnya.
Dari prediksi BMKG Kota Samarinda, kondisi kemarau akan terus berlangsung hingga bulan Oktober bahkan hingga bulan Desember 2023.(Zul)
Editor : A Risa


