Samarinda, Busam.ID – BPBD Kota Samarinda melakukan peninjauan longsor di pondasi belakang SMA Negeri 16 di Jalan Perjuangan Kelurahan Sempaja Selatan Kecamatan Samarinda Utara yang terjadi, Sabtu (4/11/2023).
Titik bagian yang longsor atau jebol sekitar 4 meter berada di belakang bangunan sekolah dan menyebabkan akses menuju ruang kelas sedikit terganggu.
Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso mengatakan, pihaknya baru menerima informasi longosr tersebut, Minggu (5/11/2023). Menindaklanjuti laporan tersebut, Suwarso mengatakan, pihaknya membawa tim analis bencana untuk mengetahui risiko bencana longsornya, Senin (6/11/2023).
“Dari hasil analisa, potensi bencana longsor dalam kategori sedang,” terang Suwarso.
Suwarso menyebut, bangunan sekolah tersebut berada di perbukitan dan bahkan di halaman depan sekolah dengan jarak berkisar 1 sampai 2 meter sudah berupa tanah curam.
“Kelihatannya memang sudah ada tanda-tanda longsor di bagian halaman depannya,” ucapnya.
Suwarso menjelaskan hasil analisis bencana ditemukan pondasi yang longsor tidak bertulang dan dipinggiran pondasi tidak ada aliran air atau parit sehingga air yang tergenang meresap ke dalam tanah dan berakibat terjadinya longsor.
“Untuk bangunan sekolah masih aman tapi kalau dibiarkan akan beresiko kepada warga di sekolah seperti pelajar dan dewan guru,” urainya.
Suwarso menghimbau kepada pihak sekolah untuk segera dilakukan penurapan secara berjenjang dan membuat parit di tanah kosong supaya tidak ada jenuh air yang dapat meresap ke dalam tanah yang dapat mengakibatkan longsor susulan.
“SMA itu di bawah kewenangan Dinas Provinsi untuk itu kami sarankan pihak sekolah untuk berkoodinasi dengan Dinas Provinsi,” tutupnya. (zul/adv/bpbdkaltim)
Editor: M Khaidir


