DPPKB Kutim Berikan Solusi Deteksi Dini Penderita Stunting

Busam ID
Kepala DPPKB Ronny Bonar. (Ft by Nan)

Sangatta, Busam.ID -Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur Ronny Bonar, mengatakan tidak mudah untuk mendeteksi penderita Stunting. hanya saja, dua metode yang dianggap mampu meminimalisir angka penderita, yakni metode intervensi spesifik dan intervensi sensitif, diharapkan efektif menekan penambahan penderita gizi buruk pada anak itu.

Ronny menjabarkan penggunaan dua metode tersebut dalam menekan angka penderita stunting di Kutai Tiimur. Pertama jika menggunakan metode intervensi spesifik, dengan jalan peningkatan makanan bergizi dan obat-obatan yang diberikan kepada bayi hingga umur 2 tahun. Sedangkan untuk intervensi sensitif yakni dengan penyediaan air bersih dan lingkungan sanitasi.

“Ada dua metode untuk menurunkan angka penderita stunting, yakni dengan intervensi spesifik dan intervensi sensitif,” ujar Ronny beberapa waktu lalu.

Ronny membeberkan saat ini pihaknya terus melakukan koordinnasi dengan jajaran terkait untuk menekan angka penderita stunting di Kutim. kendati demikian kasus stunting memang tidak mudah untuk dideteksi sedini mungkin.

“ini memang menjadi tantangan bagi kami. Dan hanya dokter yang kompeten yang dapat mendiagnosa apakah ia stunting atau tidak,” bebernya.

Pun, dirinya memberikan edukasi kepada masyarakat secara signifikan dengan deteksi sejak dini terhadap pengembangan otak anak.

“Untuk mendeteksi penderita stunting sebaiknya dilakukan pada 1000 hari pertama kehidupan anak hingga usia 2 tahun, di mana masih memungkinkan untuk melakukan intervensi atau pengobatan,” katanya.

Ia berharap dengan langkah – langkah tersebut, penderita stunting dapat ditekan dan dapat memberikan solusi untuk menanggulanginya.

“Kita optimis Stunting dapat kita tekan, jiika para orang tua jeli untuk melihat apakah kategori itu masuk atau tidak,” timpalnya. (Nan/AdvKutim)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *