Samarinda, Busam.ID – Edukasi antikorupsi tak melulu dilakukan melalui seminar atau kegiatan formal. Inspektorat Kota Samarinda mencoba pendekatan berbeda dengan menghadirkan program “Inspecorner” di Posyandu Serai Wangi RT 33, Kelurahan Rapak Indah, Rabu (19/8/2026).
Program tersebut dikemas secara lebih santai dan interaktif melalui permainan edukatif serta pojok baca. Sasarannya pun cukup luas, mulai dari anak-anak, ibu hingga kader posyandu dan masyarakat sekitar.

Penyuluh Antikorupsi Inspektorat Kota Samarinda, Siti Noor Aini, mengatakan Inspecorner dirancang sebagai ruang belajar antikorupsi dengan metode yang menyenangkan agar pesan integritas lebih mudah diterima masyarakat.
“Game-nya ada yang kami buat sendiri, dari komunitas Saya Perempuan Anti Korupsi, dan juga dari KPK RI,” ujar Siti.
Menurutnya, pembentukan karakter antikorupsi perlu dilakukan sejak usia dini. Sebab, perilaku koruptif tidak selalu dimulai dari tindakan besar, tetapi bisa tumbuh dari kebiasaan kecil yang dianggap sepele.
“Korupsi tidak lahir langsung miliaran. Berawal dari perilaku koruptif kecil yang jadi kebiasaan,” jelasnya.
Melalui permainan dan aktivitas membaca, anak-anak diajak mengenal nilai kejujuran, tanggung jawab serta kebiasaan berbuat benar dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari PKK RT 33. Ketua PKK RT 33, Siti Raihana, berharap edukasi yang diberikan dapat menanamkan nilai integritas kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak, ibu dan kader posyandu.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menumbuhkan jiwa integritas pada anak, ibu dan kader posyandu,” ujarnya.
Warga setempat, Elista Trinistya, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pengenalan nilai kejujuran sejak kecil penting untuk membentuk karakter anak.
“Bagus sekali. Dari kecil anak sudah dikenalkan jujur dan berbuat baik,” katanya.
Inspecorner diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi semata, tetapi dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan masyarakat Kota Samarinda.
Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan warga dan menyenangkan bagi anak-anak, Inspektorat Samarinda ingin nilai integritas tumbuh dari lingkungan keluarga dan masyarakat sejak dini.(Adit/adv)
Editor: M Khaidir


