Balikpapan, Busam.ID – Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi kenaikan inflasi yang dipicu unjuk rasa di berbagai wilayah Indonesia.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan, kondisi di Balikpapan dan Kalimantan Timur relatif stabil. Menurutnya, stabilitas daerah menjadi faktor penting dalam menjaga tingkat inflasi.
“Alhamdulillah, Balikpapan dan Kalimantan Timur termasuk daerah yang tidak mengalami kerusuhan. Stabilitas ini berkorelasi positif terhadap inflasi kita,” ujarnya, Rabu (3/9/2025).
Berdasarkan data terbaru, Balikpapan mencatat deflasi sebesar 0,83 persen dengan tingkat inflasi 1,73 persen. Angka tersebut berada di bawah inflasi nasional sebesar 2,31 persen maupun inflasi Provinsi Kalimantan Timur.
Sebagai langkah pengendalian, Pemkot bekerja sama dengan Bulog menggelar gerakan pangan murah. Setiap kecamatan mendapatkan pasokan sekitar 3,5 ton beras, yang langsung habis terjual di lima kecamatan.
Selain beras, operasi pasar juga menyediakan cabai, gula, dan minyak goreng dengan harga terjangkau. Untuk beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), harga dipatok Rp12.000 per kilogram atau Rp60.000 per lima kilogram, sesuai standar yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Ini menunjukkan komitmen Pemkot dalam menjaga ketersediaan stok dan mengendalikan harga pangan,” kata Bagus.
Ia menambahkan, faktor transportasi kerap memicu kenaikan harga. Pemkot, kata dia, berupaya mengurangi hambatan distribusi, termasuk di pelabuhan, serta menekan biaya tambahan yang tidak semestinya.
“Langkah ini diharapkan membuat distributor tidak menaikkan harga akibat beban biaya tinggi,” tutupnya.
(Muhammad M)
Editor: M Khaidi


