Samarinda, Busam.ID – Jumlah kasus baru HIV di Samarinda masih terus bertambah sepanjang 2025. Hingga awal September, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat 223 kasus baru hasil skrining terhadap sekitar 20 ribu warga.
Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, dr. Ismed Kusasih, menjelaskan tingginya angka kasus di Samarinda tidak lepas dari jumlah penduduk yang besar serta pemeriksaan skrining yang rutin dilakukan. “Ketika kita skrining lebih banyak, otomatis kasus yang ditemukan juga lebih tinggi,” jelasnya, Kamis (11/9/2025).
Dari 223 kasus baru tersebut, 220 pasien sudah aktif menjalani pengobatan. Sementara pada 2024, Dinkes Samarinda melakukan skrining terhadap 47 ribu warga dan menemukan 527 kasus.
Selain kasus baru, tercatat 63 pasien meninggal akibat HIV/AIDS hingga awal September 2025. Angka kematian 2024 bahkan lebih dari 100 orang. “Kalau cepat ditemukan dan cepat diobati, insyaallah bisa dicegah supaya tidak jatuh ke AIDS,” ujarnya.
Ismed menambahkan, saat ini sekitar 2.000 penderita HIV di Samarinda rutin menjalani pengobatan. “Yang penting jangan sampai putus obat. Kalau rutin berobat, mereka bisa hidup normal seperti biasa,” pungkasnya. (uca)
Editor: M Khaidir


