Samarinda, Busam.ID – Pasca penangkapan 4 pelaku pembobolan rumah kosong, Polresta Samarinda kini fokus memburu pihak yang menerima barang curian atau penadah serta mencari korban lain yang belum melapor. Selain itu, terungkap komplotan itu membawa senjata berbahaya untuk melukai penghuni rumah jika aksinya ketahuan.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar mengungkapkan sejumlah barang hasil kejahatan, termasuk perhiasan dan barang elektronik, telah dijual oleh para pelaku. “Saat ini masih dalam proses kita kumpulkan lagi ke pihak-pihak yang sudah menerima penjualan dari para pelaku ini,” ujar Hendri dalam keterangan persnya.
Pihak Satreskrim Polresta Samarinda juga meyakini masih ada lebih dari 7 lokasi yang telah dibobol oleh komplotan tersebut dan kini masih dalam proses pendalaman.
“Para pelaku yang berjumlah 4 orang ini diketahui memang sengaja datang ke Samarinda dengan membawa dua unit sepeda motor berpelat nomor palsu. Hal ini semakin memperkuat dugaan mereka terorganisir dan memiliki niat khusus untuk melancarkan aksi kejahatan di Kota Samarinda,” terangnya.
Modus operandi komplotan itu semakin mengkhawatirkan dengan ditemukannya senjata busur atau ketapel yang mereka bawa. Senjata tersebut, menurut Hendri, sengaja disiapkan untuk melukai korban jika mereka ketahuan.
“Busur ini belum sempat digunakan, tapi sengaja mereka bawa dari Makassar untuk antisipasi misalnya mereka ketahuan,” ungkapnya.
Selain fokus pada komplotan Makassar, Hendri juga menyebut sedang mendalami kasus pencurian dengan modus lain yang beraksi dini hari, sekitar pukul 03.00-04.00 Wita. Polisi berjanji akan segera merilis informasi lebih lanjut terkait penangkapan komplotan lain tersebut.
Meskipun demikian, Kapolresta Samarinda tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap orang-orang tidak dikenal yang mencurigakan di lingkungan sekitar. “Sebagaimana sudah kita sampaikan tadi, saya apresiasi kepada masyarakat yang sudah kooperatif,” tutupnya. (zul)
Editor: M Khaidi


