Samarinda, Busam.ID — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda akan membangun 10 unit insinerator untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 4 unit dalam progres pembangunan dan akan siap beroperasi, sementara 6 unit lainnya akan segera menyusul.
Anggota Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), Sukisman, menyatakan 4 unit insinerator dalam progres pembangunan yang nantinya akan dioperasikan 4 petugas khusus. Menurutnya, teknologi yang digunakan ramah lingkungan karena tidak akan menghasilkan asap atau limbah berbahaya.
“Asap tidak akan keluar karena akan masuk ke bak pengendapan dan disaring. Air limbahnya juga bersirkulasi di dalam, jadi tidak ada yang dibuang ke luar,” jelas Sukisman, Senin (22/9/2025).
Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Kota Samarinda, Boy Leonardo Sianipar, menjelaskan 10 insinerator ditargetkan dapat mengurangi timbunan sampah hingga 100 ton per hari.
“Sampah yang masuk ke sini akan diambil dari beberapa titik dan sudah dalam kondisi terpilah. Ini penting agar sampah bisa langsung digunakan sebagai bahan bakar,” kata Boy.
Ia menambahkan, abu yang dihasilkan dari proses pembakaran hanya sekitar 10% dari total sampah. “Residu ini nantinya akan dibuang ke TPA atau diolah lagi menjadi paving block untuk pembangunan fasilitas umum,” tambahnya.
Menurut Boy, proyek ini mendapat perhatian langsung dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang berpesan agar pengawasan operasional insinerator diperketat untuk mencegah pencemaran udara, air, dan tanah.
“Kami akan terus memantau operasionalnya,” ujar Boy. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung program ini dengan mulai memilah sampah dari rumah menjadi dua jenis, yaitu sampah basah (sisa makanan) dan sampah kering (kemasan).
“Sampah anorganik, seperti plastik, lebih cepat dibakar. Pemilahan ini sangat membantu proses insinerasi,” pungkasnya. (zul)
Editor: M Khaidir


