Samarinda, Busam.ID – Usai pengerjaan proyek drainase, sejumlah ruas jalan di Samarinda tampak belum sepenuhnya rapi. Permukaan yang retak atau tidak rata dikeluhkan pengendara, terutama pengguna roda dua, karena dinilai bisa membahayakan keselamatan jika tidak segera diperbaiki.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Samarinda, Darmadi, memastikan kondisi tersebut masih dalam pengawasan pihaknya dan menjadi tanggung jawab kontraktor selama masa pemeliharaan.
“Selama masa pemeliharaan biasanya enam bulan kalau ada jalan yang turun atau retak, kontraktor wajib memperbaiki. Kita juga sudah wanti-wanti supaya pengembalian jalan diperhatikan pemadatannya, biar tidak cepat turun atau retak,” jelas Darmadi, Senin (6/10/2025).
Ia menambahkan, padatnya lalu lintas di beberapa titik sering membuat pengerjaan jalan tidak bisa dilakukan secara maksimal. Karena itu, perbaikan di sejumlah ruas masih terus dilakukan oleh pihak kontraktor sesuai masa pemeliharaan yang berlaku.
“Untuk jalan seperti di Suryanata, yang baru selesai, masih ada beberapa yang harus diperbaiki. Tapi itu memang masih tanggung jawab kontraktor, dan sudah diatur dalam kontrak,” tutupnya. (uca)


