Samarinda, Busam.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan, akan menutup sementara seluruh dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Daerah diberi waktu sekitar sebulan untuk menuntaskan proses pendaftaran dan verifikasi ke Dinas Kesehatan (Dinkes).
Di Samarinda, dari 14 dapur MBG, baru 2 yang mengantongi SLHS. Kabid Kesmas Dinkes Samarinda, Rudi Agus Riyanto, mengatakan pihaknya sangat mendukung percepatan penerbitan SLHS dan sebenarnya sudah bergerak lebih dulu sebelum instruksi percepatan dari pusat turun.
“Kami sudah lebih dulu melakukan penyuluhan penjamah makanan dan IKL (Inspeksi Kesehatan Lingkungan). Itu dibiayai penuh oleh dinas. Proses birokrasi juga sudah dipangkas, tapi bukan berarti syarat-syarat kesehatan nya itu sembarangan,” ujarnya kepada Busam.ID, Jumat (14/11/2025).
Ia menjelaskan, untuk mendapatkan SLHS ini ada 3 kriteria dasar. “Pemeriksaan kesehatan dan penjamah pangan kan sudah. Kendalanya memang pemeriksaan sampel di laboratorium yang memakan cukup banyak waktu, jadi sertifikatnya tidak bisa langsung keluar,” jelasnya.
Terkait mekanisme pemeriksaan, Rudi menekankan bahwa SLHS harus melalui IKL di lapangan. Dari situlah temuan-temuan teknis biasanya muncul.
“Misalnya saat IKL kami temukan tempat sampahnya belum sesuai standar. Itu kami beri waktu untuk diperbaiki. Kalau sudah diberi waktu tapi tidak juga diperbaiki dan jadi berlarut-larut, saya setuju kalau harus ditutup sementara,” terangnya.
Ia mengingatkan, percepatan sertifikasi tidak boleh mengorbankan mutu makanan yang disajikan. “Ini memang dipercepat, tapi bukan lomba. Jangan cepat-cepat lalu kualitas pangannya dikorbankan. Kami akan percepat apa yang bisa kami percepat,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir


