Balikpapan, Busam.ID —Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat kolaborasi dengan Pertamina untuk meningkatkan pencegahan terorisme di objek vital sektor energi. Penguatan dilakukan melalui asesmen keamanan yang digelar di area operasional Pertamina.
Kepala BNPT Komjen Purn Eddy Hartono menjelaskan, langkah tersebut merupakan amanat UU Nomor 5 Tahun 2018 dan PP 77 Tahun 2019 yang menegaskan kewajiban pemerintah dalam membangun kesiapsiagaan nasional. Ancaman terorisme disebut semakin kompleks, tidak hanya serangan fisik, tetapi juga serangan siber dan infiltrasi paham radikal melalui SDM.
“Pertamina harus terlindungi, baik aset maupun SDM-nya. Mitigasi sejak dini sangat penting,” ujar Eddy, Senin (17/11/2025).
Manager Security PT KPI (Kilang Pertamina Internasional), Rully Andyka, menyambut baik asesmen tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan BNPT penting untuk menjamin keberlanjutan operasi dan mendukung ketahanan energi nasional.
BNPT juga menyampaikan, regulasi khusus mengenai definisi objek vital strategis masih dalam penyusunan pemerintah. Jika ditemukan indikasi radikalisme pada SDM, penanganan akan dilakukan secara humanis melalui edukasi dan pemulihan. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir


