Samarinda, Busam.ID —Melalui Program Training of Trainee (ToT) Pengajar Al-Qur’an Isyarat 2025, para pendidik dibekali kemampuan khusus untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada siswa penyandang disabilitas rungu. Kota Samarinda menjadi salah satu dari 30 daerah di Indonesia yang dipercaya Baznas RI untuk menyelenggarakan program strategis ini.
Pelatihan berlangsung di SLB Negeri Pembina Provinsi Kaltim, Jalan Padat Karya, Samarinda Utara, Kamis (27/11/2025), dan diikuti 30 guru dari berbagai SLB dan SKH di Samarinda.
Ketua Panitia, Intan Maya Savitri, menyampaikan pelatihan merupakan bentuk pengimbasan dari program ToT nasional. Tujuannya, memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an bagi anak tunarungu melalui metode yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Ini bagian dari pengimbasan ToT Pengajar Al-Qur’an Isyarat. Proposal kami disetujui Baznas RI, dan alhamdulillah Samarinda dipercaya sebagai penyelenggara,” jelas Intan.
Selama 2 hari, peserta mendapatkan modul resmi Baznas RI, perlengkapan ATK, serta fasilitas pendukung lainnya. Materi pelatihan berfokus pada bahasa isyarat, teknik penyampaian ayat suci, serta metode pengajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa berkebutuhan khusus.
“Semua materinya kami siapkan agar guru bisa langsung mengaplikasikannya di sekolah,” tambahnya.
Ia berharap peserta yang hadir dapat menularkan pengetahuan ini ke rekan-rekan guru lainnya di sekolah masing-masing.
Pelaksana Tugas Kabid Pembinaan Pendidikan Khusus Disdik Kaltim, Sapi’i, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini.
Menurutnya, program ini menjadi terobosan penting dalam pembelajaran agama bagi siswa disabilitas rungu dan wicara.
“Ini sangat dibutuhkan. Anak-anak yang tidak bisa mendengar kini dapat belajar Al-Qur’an dengan bahasa isyarat. Ini akan menambah keimanan dan ketakwaan mereka,” katanya.
Ia menjelaskan kurikulum nasional memang menyediakan 2 jam pelajaran agama Islam per minggu, namun sekolah dapat menambahkannya melalui kegiatan ekstrakurikuler, seperti pesantren kilat menjelang Ramadan.
“Dengan adanya kemampuan membaca Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat, pembelajaran di SLB akan jauh lebih efektif,” pungkasnya. (zul)
Editor: M Khaidir


