Samarinda, Busam.ID — Suasana Dermaga Pelelangan Ikan (PPI) Selili, Samarinda Ilir, mendadak heboh Senin (8/12/2025) pagi. Sebuah kapal tambangan terlihat hanyut sendirian dari tengah sungai dan meluncur perlahan ke kolong jembatan. Saat dicek, motoris kapal bernama Tahang (61) ditemukan meninggal dunia dalam posisi tertelungkup di area kemudi.
Penemuan bermula ketika seorang anak buah pelabuhan melihat kapal tanpa awak itu bergerak tidak wajar. Kapal tersebut terseret arus hingga masuk ke bawah jembatan, bahkan benderanya sempat patah karena tersangkut.
“Dilihat dari atas, kapal sudah dalam posisi miring dan hanyut pelan. Setelah dicek, ternyata ada mayat laki-laki di sisi kemudi, sudah kaku. Sepertinya motorisnya sendiri dan berada seorang diri di kapal,” ujar petugas keamanan pelelangan ikan, Syamsir Alam.
Setelah laporan diterima, Unit PAMAPTA II Polresta Samarinda bersama relawan dan Tim Inafis langsung menuju lokasi. Pemeriksaan awal memastikan pria berusia sekitar 60–62 tahun itu sudah tak bernyawa sejak sebelum kapal hanyut.
“Sekitar pukul 10.00 Wita kami dapat laporan masyarakat kapal hanyut masuk ke kolong dermaga. Setelah diperiksa saksi dan tim, korban ditemukan meninggal dalam posisi tertelungkup di depan setir,” jelas Pamapta II Polresta Samarinda, IPDA Yudiansyah.
Petugas kepolisian dan relawan juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jasad Tahang kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. (zul)
Editor: M Khaidir


