Distribusi Air Perumdam Samarinda Belum Merata

Busam ID
Pansus LKPJ DPRD Samarinda meninjau fasilitas pengolahan air Perumdam Tirta Kencana. Foto by Uca/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Capaian layanan air bersih Perumdam Tirta Kencana Samarinda yang disebut telah mencapai 84 persen masih menyisakan persoalan distribusi di lapangan, mulai dari aliran tidak lancar hingga warga yang belum terjangkau jaringan.

Temuan itu disampaikan anggota Pansus LKPJ DPRD Samarinda, Ronald Stephen Lonteng, saat kunjungan ke Perumdam Tirta Kencana, Jalan Tirta Kencana, Selasa (28/4/2026). “Masih ada rumah-rumah yang tersambung Perumdam, tapi hanya angin atau airnya tidak lancar seperti di Jalan Teuku Umar,” ungkapnya.

Menurutnya, persoalan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan cakupan layanan belum sepenuhnya diikuti kualitas distribusi yang merata. Selain kawasan perkotaan, ia juga menyinggung wilayah pinggiran seperti Bendang yang belum terlayani jaringan air bersih. Warga di kawasan itu bahkan memanfaatkan air dari bekas lubang tambang untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kalau itu sudah menjadi bagian dari kebutuhan hidup warga, maka harus ada percepatan layanan ke sana,” katanya.

Ia mendorong percepatan pembangunan jaringan pipa, pemasangan meteran air, hingga pemanfaatan dukungan pembiayaan dari pemerintah maupun pihak ketiga, termasuk perusahaan melalui program CSR.
“Jangan harus bergantung target 2029 untuk mencapai 100%. Kalau bisa dipercepat, kenapa tidak,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana, Nor Wahid Hasyim, mengakui masih ada sekitar 16 persen wilayah yang belum terlayani, terutama di kawasan Tanah Merah, Perjuangan bagian atas, hingga wilayah pinggiran seperti Muang dan Bayur.

Ia menjelaskan, kendala distribusi di beberapa titik disebabkan kondisi geografis, keterbatasan jaringan pipa, serta kebutuhan infrastruktur tambahan seperti booster untuk wilayah ketinggian. “Kalau di daerah tinggi itu perlu booster, sementara di beberapa lokasi lain masih terkendala jaringan pipa dan jarak distribusi,” jelasnya.

Untuk kawasan seperti di Jalan Teuku Umar, ia menyebut persoalan lebih banyak dipengaruhi kapasitas pipa yang tidak sebanding dengan jumlah pengguna. “Kalau tidak lancar biasanya karena pipanya terlalu kecil sementara pemakainya terlalu besar. Tapi kami selalu terbuka, silakan disampaikan titiknya, jalannya mana, gangnya mana, nanti kami cek langsung,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *